Proklamasi adalah seruan yang bersifat ilegal ( berdasarkan hukum ) dan resmi. Jadi teks proklamasi yang disusun oleh para pemimpin Indonesia merupakan pernyataan meredeka atau membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan bangsa lain atas bangsa dan negara Indonesia. Selain itu proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan jembatan emas yang menghubungkan dan mengantarkan bangsa Indonesia dalam mencapai masyarakat baru, yaitu kehidupan yang bebas tanpa tekanan dan ikatan.


Bagi bangsa Indonesia hari kemerdekaan sudah sangat ditunggu-tunggu karena sudah bertahun-tahun lamanya, bangsa Indonesia hidup dalam tekanan para penjajah. Namun, proklamasi kemerdekaan Indonesia bukan merupakan titik akhir perjuangan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus terus berjuang untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang telah dicapai.

Pada awal Negara Republik Indonesia berdiri, kehidupan bangsa Indonesia belum stabil. Bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya masih mengalami kekurangan disana-sini. Jadi penyataan kemerdekaan Indonesia belum berarti kehidupan bangsa Indonesia berubah secara drastis. Proklamasi hanyalah merupakan titik awal untuk mengantar rakyat Indonesia ke pintu gerbang menuju kemajuan dan kesejahteraan sosial. Dalam pengertian ini, proklamasi kemerdekaan mempunyai dua makna penting, yakni:

a. Bangsa Indonesia dengan tekad yang bulat dan percaya pada kekuatan sendiri telah menjadi bangsa yang merdeka, bebas dari tekanan dan penjajahan asing yang telah diderita sejak lama. Dengan kemerdekaan ini, bangsa Indonesia berhak mengatur sendiri negaranya serta berusaha sekuat tenaga mempertahankannya dari gangguan bangsa asing.

b. Bangsa Indonesia menjadi pelopor bangsa- bangsa di Asia - Afrika untuk memerdekakan diri dari penindasan bangsa Asing. Bangsa indonesia merupakan bangsa Asia pertama yang merdeka setelah Perang Dunia II usai. Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, tiga hari setelah Perang Dunia II selesai, dilakukan pada saat yang tepat, yaitu ketika terjadi kekosongan kekuasaan ( vacuum of power). Hal ini memberi peluang pada bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya. Hasilnya adalah Proklamasi Kemerdekaan yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah terbebas dari segala bentuk ikatan bangsa-bangsa asing.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dijadikan sebagai tonggak pembaruan kehidupan bangsa Indonesia di segala bidang kehidupan. Usaha-usaha yang dilakukan untuk membenahi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, diantaranya adalah mengadakan rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945 untuk memilih pemimpin negara yaitu presiden dan wakilnya, menetapkan fondasi/ landasan negara yakni UUD 1945, serta membentuk Komite Nasional untuk membantu presiden melaksanakan tugasnya. Semua itu dilakukan agar negara yang baru merdeka ini berdiri dengan kokoh dan diakui dunia internasional.

Pada tanggal 19 Agustus 1945, Presiden memanggil anggota PPKI dan pemimpin pemuda untuk membicarakan pembentukan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), merancang pembentukan 12 Departemen dan menunjuk para menterinya serta menentukan pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi.

Kemudian pada tanggal 23 Agustus 1945, Presiden mengumumkan terbentuknya, 3 badan baru untuk menopang pemerintahan yang baru berdiri yaitu Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Dari ketiga badan itu, hanya KNI dan BKR yang disambut gembira oleh rakyat Indonesai, sedangkan pembentukan PNI mendapat mendapat tentangan keras dari kalangan pemimpin bangsa lainnya. Karena penolakan itulah akhirnya pembentukan PNI dibatalkan. Pembatalan PNI di wujudkan dalam Maklumat Pemerintah X yang ditandatangani oleh Wakil Presiden, Moh. Hatta pada tanggal 3 November 1945. Sebagai pengganti PNI, dalam maklumat disebutkan akan membentuk partai-partai politik di Indonesia sebagai wadah bagi rakyat Indonesia menyalurkan aspirasi politiknya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan kalau bangsa Indonesia menganut paham demokrasi.

Jadi, Proklamasi Kemerdekaan sudah menjadi titik tolak bagi bangsa Indonesia untuk segera bangkit dan membangun mengejar ketertinggalan diberbagai bidang. Selain itu, kemerdekaan ini terasa lebih bermakna karena kemerdekaan ini diperoleh melalui usaha sendiri, bukan merupakan hasil pemberian Jepang. Saatnya bagi kita sebagai generasi penerus, untuk memaknai dan mengisi kemerdekaan yang sudah dipersembahkan para pejuang sesuai dengan perkembangan zaman.