Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 3 of 3
  1. #1

    Sejarah Kerajaan Mataram Hindu

    Jawa tengah dan Yogyakarta adalah dua kota yang memiliki cerita yang beragam menganai sejarah perkembangan kerajaan yang ada. Mataram adalah kerajaan yang berkuasa di tempat ini untuk mendapatkan kekuasaan yang sangat luas. Mataram sendiri memiliki corak agam berupa Mataram Hindu, Mataram Budha dan Mataram Islam (cikal bakal kesultanan Yogyakarta dan Surakarta). Namun, bagaimana dengan sejarah kerajaan mataram hindu????

    Kerajaan Mataram di kenal sebagai kerajaan yang memiliki toleransi agama dengan keberadaan agama yang beragam. Kerajaan Mataran Hindu ini di dirikan oleh Dinasti Sanjaya yang merupakan keponakan dari Sanna. Sedangkan, Mataram Budha di dirikan oleh Dinasti Syailendra. Dengan adanya kerajaan yang berkembang saat itu membuat kerajaan ini menjadi kerajaan yang luas.

    Berdasarkan cerita dan sejarah yang terdapat pada prasasti Canggal, Dinasti Sanjaya memerintahan di wilayah Medang yang menceritakan tentang pendirian sebuah Lingga pada tanggal 6 oktober 732. Di sini sangat berkembang akan hasil pertanian dan perkebunana yang luas dengan hasil gandum, padi, emas, yang memberikan kemakmuran untuk rakyatnya.

    Dengan kebijaksanaa yang di miliki oleh Dinasti Sanjaya membuat kehidupan baik secara ekonomi, sosial, politik yang snagat berkembang dengan makmur dan damai. Selain itu, dengan perubahan pemimpin dari Raja Sanjaya yang di gantikan oleh Rakai Panagkaran tahun 778 yang kemudian di kuasai oleh Dinasti Syailendra. Namun, pemerintahan ini hanya sementara karena hanya pemerintahan selingan. Hal ini karena adanya peralihan kekuasaan dari Dinasti Sanjaya dan Dinasi Syeilendra. Dengan kerajaan ini kemudian di terdapat perkembangan dari agama Hindu dan Budha yang mudali di kembangkan di bagian Jawa Tengah.

    Dengan kerajaan yang ada ini, tentunya membuat kedua Dinasti yang ada ini tetap hidup dengan baik dan damai. Dengan kehidupan yang tertata dengan baik ini membuat kerajaan yang terbaik untuk kebutuhan yang terbaik untuk banyak rakyatnya. Dengan puncak kejayaan Dinasti ini terjadi pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung yang menguasai Jawa Tengah dan Jawa Timur. ini di buktikan dengan adanya pendirian candi Prambanan dan Loro Jonggrang. Dengan adanya candi ini kemudian masa pemerintahan ini memiliki beragam nama- nama raja baru yang memimpin kerajaan ini.

    Dengan nama- nama Raja seperti Daksa, Wawa, Tulodhong, hingga Mpu Sindok. Mpu Sindok adalah raja yang mampu mendirikan kerajaan berupa Dinasti baru seperti Dinasti Isanawangsa. Dengan puncak kejayaan yang di miliki oleh kerajaan Mataram Hindu ini membuat banyak penduduk dan rakyat. Untuk itulah, dengan adanya sejarah kerajaan mataram hindu membuat banyak generasi muda yang ada saat ini bisa dengan mudah untuk mendapatkan beragam pengetahuan. Pengetahuan yang ada ini tentunya dengan mudah untuk beragam pendidikan yang ada di banyak sekolah- sekolah.

  2. #2
    banyak sekali sejarah yang ku pelajari karena indonesia mempunyai banyak sejarah

  3. #3
    WNA

    Join Date
    Aug 2017
    Location
    Jl. Pepaya no 22 masaran
    Posts
    20

    Sejarah Kerajaan Mataram Hindu

    Kerajaan mataram merupakan daerah yang subur yang memudahkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang cukup pesat dan merupakan kekuatan utama bagi Negara darat. Kerajaan Mataram berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan antara abad ke 8 dan abad ke 10. Nama Mataram sendiri pertama kali disebut pada prasasti yang ditulis dimasa Raja Balitung. Sanjaya yang merupakan penerus kerajaan Galuh menyerang Purbasora yang saat itu menguasai kerajaan Galuh dengan bantuan dari Tarusbawa dan berhasil melengserkannya. Prabu Harisdarma pun menjadi raja kerajaan Sunda Galuh. Prabu Harisdarma yang juga ahli waris dari kalingga, kemudian menjadi penguasa kalingga utara yang disebut bumi mataram dan dikenal dengan nama sanjaya pada tahun 732 M. Sanjaya atau Harisdarma, raja kedua kerajaan Sunda ( 723-732 ), menjadi kerajaan Mataram ( Hindu ) ( 732-760 ) ia adalah pendiri kerajaan Mataram kuno sekaligus pendiri Wangsa Sanjaya.

    Pada masa Wangsa Sanjaya banyak ditemukan sumber sejarah yang mengenai berdirinya Wangsa sanjaya :

    1. Prasasti canggal
    Prasasti canggal ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Canggal berangka tahun 732 M dalam bentuk Candrasangkala. Menggunakan huruf pallawa dan bahasa sansekerta. Isi dari prasasti tersebut menceritakan tentang pendirian Lingga ( Lambang Syiwa ) yang merupakan agama Hindu beraliran Siwa di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanja yang serta menceritakan bahwa yang menjadi raja mula-mula adalah Sena yang kemudian digantikan oleh Sanjaya.

    2. Prasasti Mantyasih/Balitung
    Prasasti ini ditemukan dikota Kedu, berangka tahun 907 M. Prasasti Mantyasih yang diterbitkan oleh Rakai Watukumara Dyah Balitug ( Wangsa Sanjaya ke 9 ) terbuat dari tembaga. Prasasti ini dikeluarkan sehubungan dengan pemberian hadiah tanah kepada lima orang patihnya di Metyasih, karena telah berjasa besar terhadap kerajaan serta memuat nama raja-raja Mataram kuno.

    Dari prasasti Metyasih tersebut, didapatkan nama-nama raja dari Wangsa Sanjaya yang pernah berkuasa, antara lain sebagai berikut :

    a) Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya ( 732-760 M )
    Masa sanjaya berkuasa adalah masa-masa pendirian candi-candi Siwa di Gunung Dieng. Kesusasteraan tidak menjadi monopoli kelas profesional. Pendidikan puisi merupakan pendidikan yang wajib diikuti oleh umum, terlebih bagi kalangan pegawai istana dan pemuka masyarakat.

    b) Sri Maharaja Rakai Panangkaran ( 760-780 M )
    Berdasarkan prasasti Kalasan, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dibangun sebuah candi yang bernama Candi Tara, yang didalamnya tersimpan patung Dewi Tara. Terletak di desa Kalasan, dan sekarang dikenal dengan nama candi Kalasan

    c) Sri Maharaja Dyah Wawa ( 921-928 M )
    Rakai Sumba Dyah Wawa dinobatkan sebagai raja Mataram pada tahun 921 M. Beliau terkenal sebagai raja yang ahli dalam berdiplomasi, sehingga sangat terkenal dalam kancah politik Internasional. Roda perekonomian pada masa pemerintahannya berjalan dengan pesat . Dalam menjalankan pemerintahannya Dyah Wawa memiliki visi Tri Rena Tata yang berarti tiga utang yang dimiliki manusia. Pertama utang kepada Tuhan, kedua utang jasa kepada leluhur yang telah melahirkannya, ketiga utang ilmu kepada guru yang telah mengajarkannya.

    d) Sri Maharaja Rakai Mpu Sendok ( 929-930 M )
    Mpu sendok terkenal dengan kecerdasan, ketangkasan, kejujuran dan kecakapannya. Manajemen dan akuntansi dikuasai, serta psikologi diperhatikan.

    Pada abad ke 10, Dyah Wawa mempersiapkan startegi sukses mpu sendok yang memiliki intergritas dan moralitas sebagai calon memimpin Mataram. Pada itulah pemerintah Dyah Wawa mengalami kemunduran. Mpu sendok yang memegang pemerintah setelah Dyah Wawa meninggal merasa khawatir terhadap serangan yang dilancarkan oleh kerajaan Sriwijaya. Mpu sendok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Sumber lain menyebutkan perpindahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur disebabkan oleh meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •