Nasakom adalah ideologi yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno pada saat zaman Orde Lama. Ideologi nasakom ini bermaksud untuk mempersatukan semua kalangan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan pemrintahan Belanda yang pada saat it terus mengusik kemerdekaan Indonesia. Nasakom sendiri adalah singkatan dari Nasionalis, Agama dan Komunis. Jelas Nasakom bukanlah penjelmaan dari Pancasila karena berusaha menggabungkan agama dengan komunis.

Berbagai respon mulai muncul ketika Soekarno memperkenalkan konsep nasakom. Salah satunya adalah gerakan Islam yang terbagi menjadi 2, gerakan Islam yang menerima dengan adanya PKI dan gerakan Islam yang tidak menerima dengan adanya PKI. Mereka yang menerima beranggapan bahwa mereka yakin pada kemampuannya dalam bersikap dan berkipral menghadapi PKI. Sedangkan mereka yang tidak menerima jelas-jelas menentang PKI dan menghendaki agar PKI dibubarkan.

Nasakom dirumuskan oleh Soekarno pada tahun 1926. Pada awalnya Nasakom memberikan etikad baik untuk mempersatukan warga Indonesia dari segala golognan namun dalam perjalanannya PKI dengan ideologi komunisnya mulai menunjukkan pengaruh buruknya dan perlahan berusaha mendirikan negara komunis. PKI mulai melakukan propaganda, memperpecah bangsa dan melakukan banyak pertikaian.

Ideologi Nasakom runtuh saat terjadi tragedi gerakan 30 September yang dilakukan PKI. Settelah tragedi itu PKI dibubarkan dan komunis dilarang untuk disebarkan di Indonesia. Selain itu tragedi ini memberikan noda besar dalam sejarah bangsa Indonesia. Karena tragedi G 30 S/PKI di duga menjadi alasan pembunuhan masalah dan diskriminasi pada orang-orang yang berhubungan dengan PKI. Bahkan diperkirakan lebihdari 1 juta jiwa telah terbunuh pada peristiwa tersebut