Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 6 of 6
  1. #1

    Sejarah Kerajaan Kutai

    Di Indonesia banyak sekali beragam jenis kerajaan yang hadir mewarnai keindahan di Indonesia. Mulai dari pulau Sumatera, Jawa, dan daerah di Indonesia Timur memiliki kerajaan yang berdiri dengan beragam kekuasaan yang hadir di sana. Dengan kekuasaan yang banyak ini tentunya menjadi keharusan untuk generasi muda mengetahui akan kerajaan yang ada. Kerajaan Kutai adalah salah satu kerajaan yang ada di Indonesia. Di sini banyak cerita dan sejarah kerajaan kutai yang hadir untuk mewarnai keberagaman yang ada di Indonesia. Kutai menjadi kerajaan yang paling tua di Indonesia dengan kerajaan yang bercorak Hindu pertama di Indonesia. Posisi kerajaan ini berada di kota Tenggarong yang berdiri sekitar abad ke 4 dengan kekuasaan yang sangat luas.

    Kekuasaan Kutai meliputi beragam hadirnya kekuasaan di seluruh Kalimantan Timur. Kerjaan ini bercorak Hindu karena masuknya budaya India yang menyebabkan beberapa perubahan budaya yang ada. dengan kebiasaan mendirikan tugu menjadi tempat untuk pemujaan roh nenek moyang yang di dirikan oleh raja Mulawarman. Raja Mulawarman adalah serang raja yang bijaksana bahkan beliau sangat memperhatikan rakyatnya dengan menghadiahkan 20.000 ekor sapi. Namun, dengan kebijaksaannanya ini beliau bukanlah raja pertama yang menguasai dan menjadi raja di Kutai Kalimantan Timur. Dengan adanya beberapa perubahan dan pergantian penguasaan yang ada, membuat banyak sekali raja yang pernah menguasai kerjaan Kutai ini.

    Raja Kudungga adalah raja pertama yang mendirikan Kerajaan Kutai dengan menggunakan budaya asli di Indonesia dan menganut agama Hindu. Namun, dengan masuknya budaya India yang semakin kuat membuat banyak perubahan dengan sistem pemerintahan yang menggunakan India. Selain itu, Raja Kudungga memiliki putra bernama Aswawarman yang menggantikan posisi ayahnya.

    Raja Aswawarman adalah raja yang sangat cakap dan kuat dan memiliki jasa yang sangat besar untuk kerajaan sehingga dapat dengan luas menjadi Kerajaan yang besar. Tidak hanya itu, dengan kekuasaan yang di miliki dengan perangai yang baik, bijaksana membuat banyak rakyat yang hidudp damai. Dengan pemerintahan yang cukup lama di lakukan, akhirnya posisinya di gantikan oleh anaknya yaitu Raja Mulawarman yang juga menjadi seorang raja yang memiliki kekuasaan dan sangat berjasa jika di bandingkan dengan Ayah dan Kakeknya.

    Dengan kekuasaan yang luas tersebut, namun mengalami beragam peristiwa yang membuat kerajaan ini runtuh. Selain itu, dengan kekuasaan Kerajaan Kutai yang di pimpin oleh Maharaja Dharma Setia yang terbunuh dalam peperangan dalam melawan Ali Pangeran Unum Panji dari kesultanana Kutai Kertanegara. Dengan hal ini membuat Maharaja Dharman Setia menjadi raja terakhir di Kerajaan Kutai dan di gantikan dengan pemerintahan baru oleh Ali Pangeran Unum Panji.

    Dengan sejarah kerajaan kutai ini memberikan pengetahuan untuk generasi muda yang sudah mulai melupakan sejarah.

    Peninggalan Kerajaan Kutai
    Keberadaan kerajaan kutai untuk pertama kalinya diketahui berdasarkan penemuan 7 yupa peninggalan kerajaan kutai. Yupa dengan bertuliskan hurup palawa itu menceritakan tentang kebudayaan, sosial, ekonomi dan pemerintahan pada masa jaya kerajaan kutai.

    yupa.jpg
    śrīmatah śrī-narendrasya;
    kuṇḍuṅgasya mahātmanaḥ;
    putro śvavarmmo vikhyātah;
    vaṅśakarttā yathāṅśumān;
    tasya putrā mahātmānaḥ;
    trayas traya ivāgnayaḥ;
    teṣān trayāṇām pravaraḥ;
    tapo-bala-damānvitaḥ;
    śrī mūlavarmmā rājendro;
    yaṣṭvā bahusuvarṇnakam;
    tasya yajñasya yūpo ‘yam;
    dvijendrais samprakalpitaḥ.

    Artinya:
    Sang Mahārāja Kundungga, yang amat mulia,
    mempunyai putra yang mashur,
    Sang Aśwawarmman namanya,
    yang seperti Angśuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia.
    Sang Aśwawarmman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci).
    Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mūlawarmman,
    raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa.
    Sang Mūlawarmman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas-amat-banyak.
    Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.
    Last edited by siPutro; 06-09-2014 at 07:29 AM.

  2. #2
    Nama-Nama Raja Kerajaan Kutai
    1. Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
    2. Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
    3. Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)
    4. Maharaja Marawijaya Warman
    5. Maharaja Gajayana Warman
    6. Maharaja Tungga Warman
    7. Maharaja Jayanaga Warman
    8. Maharaja Nalasinga Warman
    9. Maharaja Nala Parana Tungga
    10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
    11. Maharaja Indra Warman Dewa
    12. Maharaja Sangga Warman Dewa
    13. Maharaja Candrawarman
    14. Maharaja Sri Langka Dewa
    15. Maharaja Guna Parana Dewa
    16. Maharaja Wijaya Warman
    17. Maharaja Sri Aji Dewa
    18. Maharaja Mulia Putera
    19. Maharaja Nala Pandita
    20. Maharaja Indra Paruta Dewa
    21. Maharaja Dharma Setia
    mandiri itu pilihan, cantik itu kebutuhan

  3. #3
    Dewa "warman", Aswa "warman", Mula "warman",...
    "warman" itu sepertinya bukan nama, tapi mungkin seperti gelar? (atau nama belakang ayahnya?)

  4. #4
    warman itu berasal dari bahasa sanskerta yang artinya cahaya atau raja
    jadi wajar saja kalau raja beserta keturunanya mendapatkan nama warman

  5. #5
    kerajaan kutai ternyata kerajaan yang paling tua di indonesia
    Disini kami akan memberitahukan anda cara cepat move on yang bisa anda gunakan dan terapkan dengan mudah dan efektif.

  6. #6
    WNA

    Join Date
    Aug 2017
    Location
    Jl. Pepaya no 22 masaran
    Posts
    20

    Sejarah Kerajaan Kutai

    Prosesnya masuknya pengaruh budaya India ke Indonesia, sering disebut penghinduan. Pada dasarnya istilah ini sebenarnya kurang tepat, karena disamping agama Hindu, masuk pula agama Budha. Bersamaan dengan masuknya dan berkembangnya agama Hindu, masuk dan berkembangnya pula agama Budha di Indonesia. Dalam penyebaran agama Budha, dikenal misi penyiaran agama yang disebut dharmadhuta. Masuknya agama Budha diperkirakan pada abad 2 Masehi. Hal ini di dukung dengan adanya bukti penemuan arca Budha dari perunggu di daerah Sempaga ( sulawasi selatan ) yang menggunakan langgam seni arca Amarawati ( India selatan ). Patung sejenis juga ditemukan di daerah bukit Siguntang ( Sumatera selatan ). Yang memperlihatkan langgam seni arca Gandhara ( India utara ). Dengan perkembangan agama Hindu dan Budha maka muncullah kerajaan-kerajaan yang bercorok Hindu-Budha di Indonesia. Salah satu kerajaan yang bercorak Hindu-Budha adalah kerajaan Kutai.

    Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

    Sumber sejarah Kutai didapatkan dari 7 buah Yupa. Yupa adalah sumber utama yang mengungkapkan sejarah kerajaan Kutai. Yupa sendiri adalah sebuah tiang batu yang digunakan untuk mengikat korban berupa hewan atau manusia yang akan dipersembahkan kepada dewa-dewa. Dalam tiang batu tersebut terdapat rangkaian tulisan yang dipahatkan di permukaannya. Para ahli memperkirakan yupa-yupa tersebut berasal dari abad ke-4 Masehi.

    Isi prasasti yupa yang pertama menyebutkan bahwa raja pertama kerajaan Kutai adalah Kudungga. Kudungga yang merupakan nama asli orang Indonesia saat itu memperlihatkan bahwa ia bukanlah pendiri keluarga kerajaan. Selain itu, yupa menyebutkan juga bahwa pada masa pemerintahan Asmawarman di kerajaan Kutai diadakan upacara Asmawedha. Upacara bertujuan untuk mengetahui luas kekuasaan melalui pelepasan kuda, semakin jauh telapak kuda yang ditemukan, maka semakin luas kekuasaannya. “Sang Raja manusia tersohor, kudungga yang agung mempunyai putra terkenal Asmawarman ( namanya ) yang sebagaimana halnya Amuman, merupakan sang pendiri dinasti yang mulia. Dia mempunyai tiga putra terkenal mirip dengan tiga api suci. Diantara ketiga putranya yang paling terkemuka karena ketegasannya, kekuatan dan kesabaran adalah Mulawarman. Maha raja telah mempersembahkan kurban Bahu Suwarnakam. Untuk upacara kurban itulah batu peringatan ini didirikan oleh ketua dikalangan orang-orang yang mengalami kelahiran yang kedua”. Isi prasasti yupa menyebut raja Kudungga digantikan oleh putranya yaitu Raja Asmawarman. Kemudian digantikan oleh cucunya raja Mulawarman. Raja Asmawarman dianggap sebagai pendiri keluarga raja atau wangsakarta. Sedangkan raja Mulawarman terlihat dalam upacara-upacara persembahan kepada para dewa yang pernah dilakukannya. Kebaikan raja diwujudkan dalam pemberian hadiah atau sedekah berupa sapi dalam jumlah yang banyak kepada para brahmana. Pada masa pemerintahan raja Mulawarmanlah, kerajaan Kutai mengalami masa kejayaan

    Kehiduapan dan perkembangan kebudayaan dari masyarakat Kutai erat kaitannya terhadap kepercayaan atau agama yang mereka anut. Prasasti yupa merupakan salah satu hasil budaya masyarakat Kutai. Prasasti itu berupa sebuah tiang batu untuk mengikat korban yang akan dipersembahkan. Isi prasasti yupa menyebut raja Kudungga digantikan oleh putranya yaitu Raja Asmawarman, kemudian digantikan oleh cucunya raja Mulawarman. Pada masa pemerintahan raja Mulawarmanlah, kerajaan Kutai mengalami masa kejayaan. Setelah masa pemerintahan Mulawarman, tidak diketahui lagi siapakah yang memerintah selanjutnya karena keterbatasan sumber sejarah.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •