Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2
  1. #1
    WNI

    Join Date
    Sep 2015
    Location
    Indonesia
    Posts
    42

    Post Sejarah Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

    Indonesia merupakan sebuah Negara yang terletak di kawasan yang strategis, sehingga banyak bangsa dari berbagai Negara lain datang ke Indonesia untuk melakukan perdagangan atau hanya sekedar transit. Kedatangan para pedagang ini tentunya mempengaruhi nilai kepercayaan serta agama yang dianut saat itu, meskipun awalnya bangsa Indonesia dipercaya menganut agama Dinamisme dan Animisme. Namun seiring dengan perkembangan hubungan perdagangan dengan India dan Cina, hampir secara bersamaan dua agama (Hindu Budha) mulai berkembang di berbagai wilayah Nusantara sekitar abad ke-4.

    Untuk agama Budha sendiri, penyebaran kepercayaan sendiri disebarluaskan oleh para Biksu. Bukti untuk penyebaran agama yang satu ini dapat terlihat dari ditemukannya Arca Budha di Sempaga (Sulawesi Selatan) yang terbuat dari perunggu, selain itu ada juga bukti terbesar yakni keberadaan kerajaan-kerajaan Budha. Kerajaan Hindu-Budha tersebut ada sejak abad ke-4 sampai abad ke-16 yang berdiri di berbagai wilayah Nusantara, diantaranya kerajaan Kutai, kerajaan Tarumanegara, kerajaan Sriwijaya, kerajaan Mataram, kerajaan Kediri, kerajaan Singasari, dan kerajaan Majapahit.

    Kerajaan Kutai-merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang berdiri sekitar abad ke- 4 masehi. Lokasi wilayah berdirinya kerajaan ini diperkirakan berada di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutau sendiri dibangun oleh Kudungga, namun perkiraan ia belum menganut agama Hindu.

    Kerajaan Tarumanegara-kerajaan ini berdiri hampir bersamaan dengan kerajaan Kutai, tepatnya tahun 358 M. Raja pendiri kerajaan ini adalah Dirajaguru Jayasingawarman, yang kemudian raja tersebut digantikan oleh Dharmayawarman (putranya sendiri).

    Kerajaan Sriwijaya-kerajaan yang memiliki corak agama Budha ini didirikan oleh Sri Jaya Naga, namun nama raja yang terkenal dari kerajaan ini ialah raja Bala Putra Dewa. Kerajaan Sriwijaya ini memiliki lokasi yang strategis, yakni berada di Selat Malaka (Palembang), tempat tersebut merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional. Keadaan alamnya pada abad ke-7 di Pulau Sumatera ini berbeda dengan keadaan yang sekarang, karena sebagian pantai Timur baru terbentuk saat ini sehingga pada masa itu pulau Sumatera lokasinya lebih sempit.

    Kerajaan Mataram-keberadaan kerajaan ini diketahui dengan ditemukannya Prasasti Canggal yang di dalamnya terdapat tulisan 732 M (ditulis dalam huruf Pallawa-bahasa Sansekerta). Prasasati tersebut menyebutkan bahwa Jawa pada mulanya diperintah oleh Raja Sanna, kemudian Sanjaya (putra Sannaha, saudara perempuan Sanna) naik tahta setelah beliau wafat.

    Kerajaan Kediri-pada akhir pemerintahan raja Airlangga, beliau kesulitan untuk menemukan penggantinya disebabkan karena Putri Mahkota (Sanggramawijaya) lebih memilih untuk menjadi pertapa disbanding menjadi Raja. Oleh karenanya tahta tersebut ia serahkan kepada dua orang putranya yakni Jayengrana dan Jayawarsa.

    Kerajaan Singasari-Pendiri kerajaan ini ialah Ken Arok, ia menjadi penguasa setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung. Selanjutnya istri tunggal Ametung dijadikan istri oleh Ken Arok, namanya ialah Ken Dedes. Saat itu kerajaan yang dipimpin oleh Ken Arok masih berada di bawah kekuasaan kerajaan Kediri, namun setelah Ken Arok merasa memiliki kekuatan yang cukup ia berusaha melepaskan diri. Di tahun 1222 Masehi Ken Arok berhasil membunuh Kertajaya, raja terakhir Kediri, kemudian ia menjadi raja Singasari dan mendirikan dinasti baru bernama Girinda.

    Kerajaan Majapahit-Setelah kematian Kertanegara karena dibunuh oleh Jayakatwang di tahun 1291, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) melarikan diri ke Madura dan meminta bantuan Bupati Sumenep (Arya Wiraraja). Arya Wiraraja menyarankan menantu Kertanegara tersebut menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Atas jaminan yang diberikan oleh Bupati Sumenep tersebut, Raden Wijaya diterima dan diperbolehkan untuk membuka hutan Tarik yang letaknya berada di Sungai Brantas. Dengan bantuan orang Madura, hutan tersebut dapat dibuka dan diberinama Majapahit yang nantinya akan dijadikan nama sebuah kerajaan.

    Sumber bacaan:
    Mutiara Penakluk
    Last edited by Robi'ah; 11-03-2015 at 09:47 AM.

  2. #2
    terimakasih untuk ilmu sejarah nya min

Similar Threads

  1. Sejarah Kerajaan Mataram Hindu
    By si_zizah in forum Era Kerajaan
    Replies: 2
    Last Post: 08-22-2017, 09:21 PM
  2. Replies: 1
    Last Post: 03-20-2017, 03:56 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •