Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2
  1. #1
    WNI

    Join Date
    Sep 2015
    Location
    Indonesia
    Posts
    42

    Smile Legenda Batu Gantung

    Di sebuah desa terpencil dekat pinggiran danau Toba, tersebutlah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan putri mereka yang cantik bernama Seruni. Seruni merupakan anak tunggal dari keluarga tersebut yang rajin membantu orang tuanya untuk mengolah ladang mereka, selain itu ia juga memilik hewan peliharaan yakni anjing yang diberinama Toki. Pekerjaan di ladang merupakan pekerjaan yang cukup untuk memenuh kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut, karena hasilnya akan dijual dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga tersebut.

    Suatu hari ketika ayah dan ibu Seruni pergi ke desa tetangga karena ada keperluan suatu hal, Seruni dengan ditemani anjing kesayangannya pergi ke ladang. Sesampainya di ladang ia bukannya bekerja namun hanya duduk termenung melihat kea rah langit yang cerah. Ia tengah memikirkan suatu hal yang sulit untuk diputuskannya, si Toki hanya bisa melihat kea rah snag majikan dengan perasaan bahwa ia mengetahui apa yang majikannya tersebut fikirkan.

    Saat ini Seruni memang sedang memiliki masalah yang rumit dan sulit dipecahkan sendiri, masalah tersebu berkaitan dengan kehidupan pribadi dan masa depannya. Ia (Seruni) dijodohkan dengan seorang pemuda yang masih ada ikatan saudara sepupu, sedangkan ia sendiri tengah memiliki dan menjalin asmara dengan pemuda lain yang ia cintai. Ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya dengan menolak pernikahan tersebut, namun ia juga tidak sanggup untuk meninggalkan kekasih yang dicintainya.

    Lama ia berfikir mengenai kedua hal tersebut, tapi ia tetap tidak dapat menemukan solusi terbaiknya. Alhasil Seruni merasa putus asa, ia merasa sudah tidak sangup untuk memikul beban beratnya lagi.

    “Tuhan, sepertinya hamba sudah tidak sanggup memikul beban ini lagi” ucap Seruni dalam keluhnya.

    Sesat setelah mengucapkan kalimat tersebut, Seruni beranjak dari tempat duduknya dan berjalan tanpa mengetahui arah tujuannya. Si Toki hanya bisa menggonggong sambil mengikutinya mencoba menyadarkan sang majikan, namun Seruni tidak dapat mendengar apapun dan ia hanya terus berjalan. Dengan fikiran yang dipenuhi oleh masalahnya, ia berjalan hingga sampai di tepi tebing jurang danau Toba. Gonggongan si Toki tidak dapat di dengarnya, alasil ia tiba-tiba terperosok ke dalam lubang batu besar hingga ia masuk ke dasar lubang.

    “Tolong… tolong … Toki tolong aku” teriak Seruni dari dalam lubang dengan penuh keputus asaan.

    Toki memang mengerti bahwa tuannya dalam bahaya dan membutuhkan pertolongan dengan segera, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa selain menggonggong. Akhirnya Seruni merasa putus asa

    “ah biarlah, sepertinya mati lebih baik dibanding hidup lama namun menderita” ungkapnya

    Tanpa diduga batu cadas yang berada di sekitar Seruni bergerak dan semakin cepat, dengan keadaan seperti itu Seruni semakin putus asa

    “prapat … prapat… prapat batu (himpitlah batu)..” teriak Seruni

    Merasakan bahaya yang mengancam majikannya semakin menjadi-jadi, Toki akhirnya pergi untuk meminta bantuan. Sesampainya di rumah ia segera menggonggong kearah ayah dan ibu Seruni yang baru pulang dari desar tetangga. Tak lama kemudian orang tua Seruni menyadari apa yang terjadi dan segera bergegas menuju lubang batu tempat Seruni jatuh, dengan membawa obor karena hari tengah gelap dan meminta bantuan para tetangga sekitar.

    Berkat bantuan si Toki, akhirnya orang tua Seruni dan para tetangga menmukan lubang batu tempat Seruni jatuh. Meski para warga ingin menolong Seruni, namun Seruni tidak mengindahkan apa yang orang tua dan tetangganya ucapkan dan ia hanya berteriak prapat… prapat batu

    Di tengah-tengah proses penyelamatan, tiba-tiba bumi bergoyang dengan dahsyatnya membuat orang tua Seruni beserta para tetangga yang hendak menolongnya berhamburan untuk menyelamatkan diri. Karena gemuruh yang dahsyat tersebut pintu lubang batu tertutup dan sesaat setelah kejadian tersebut, muncul ke permukaan sebuah batu besar yang mirip / berbentuk seorang gadis.

    Diyakini batu tersebut merupakan batu jelmaan dari Seruni yang terhimpit oleh batu cadas yang ada di dalam lubang tersebut, hingga kini orang-orang memberi nama batu tersebut dengan Batu Gantung.

    sumber bacaan:
    Batu Gantung (Legenda Kota Parapat) | Melayu Online

  2. #2

Similar Threads

  1. Legenda Batu Gantung di Danau Toba
    By Rikizy in forum Asal Usul
    Replies: 2
    Last Post: 01-24-2018, 11:30 AM
  2. Asal Usul Batu Gantung Di Kota Parapat
    By anie miracle in forum Asal Usul
    Replies: 1
    Last Post: 12-14-2016, 04:08 PM
  3. Legenda batu simpang
    By anie miracle in forum Asal Usul
    Replies: 1
    Last Post: 12-08-2016, 01:44 PM
  4. Legenda Batu Menangis
    By Robi'ah in forum Asal Usul
    Replies: 1
    Last Post: 11-08-2016, 01:54 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •