Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 3 of 3
  1. #1
    WNI

    Join Date
    Sep 2015
    Location
    Indonesia
    Posts
    42

    Cool Ciri-ciri Pemerintahan Orde Baru

    Pada masa pemerintahan orde baru, salah satu program yang direncanakan ialah menciptakan stablitas nasional. Hasil dari sidang umum MPRS IV telah memutuskan untuk menugaskan Letjen Soeharto, sebagai pengembang Supersemar, (yang saat itu telah ditingkatkan menjadi suatu ketetapan MPRS No. IX/MPRS untuk membentuk kabinet baru. Kabinet yang berhasil dibentuknya diberi nama Ampera, cabinet ini memiliki tugas untuk menciptakan stabilitas politik dan stabilitas ekonomi.

    Tugas dari cabinet Ampera ini dijadikan sebagai tugas pokok yang disebut sebagai Dwidarma cabinet Ampera, adapun program yang dianangkan pada cabinet ini ialah memperbaiki kehidupan rakyat terutama bidang sandang dan pangan, melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu yang telah dicantumkan, melaksanakan politik luar negeri untuk kepentingan nasional, dan melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan anti kolonialisme. Meskipun pada dasarnya cabinet Amperadipimpin langsung oleh presiden Soekarno, namun untuk pelaksanaannya sendiri dipimpin oleh Presidium cabinet.

    Adapun pimpinan presidium cabinet adalah Jenderal Soeharto, sehingga pada cabinet ini terjadi dualism kepemimpinan dalam cabinet Ampera. Dengan dualism kepemimpinan tersebut, maka terjadilah kekuranga efektifak atau kurang lancarnya perjalanan cabinet yang ada sehingga stabilitas politikpun kurang diuntungkan.

    Pada masa orde baru ini, terjadi penyerahan kekuasaan dari presiden Soekarno terhadap jenderal Soeharto, yakni penyerahan kekuasaan sebagai pengemban ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 yang terjadi tanggal 22 Februari tahun 1967. Penyerahan ini tersimpan pada Pengumuman Presiden Mandataris MPRS, Panglima ABRI Tanggal 20 Februari tahun 1967 (didasarkan pada ketetapan MPRS No. XV/MPRS/1966). Peristiwa penyerahan ini tentu merupakan peristiwa yang sangat penting, hal ini dilakukan untuk mengatasi situasi konflik yang memuncak yang tengah terjadi. Jenderal Soeharto pada tanggal 4 Maret 1967 memberikan keterangan mengena penyerahan kekuasaan di hadapan sidang DPRGR.

    Meskipun penyerahan kekuasaan telah dilakukan langsung oleh presiden dan telah diumumkan, namun pemerintah tetap berpendapat bahwa penyelesaian konstitusional ini tetap perlu diadakan sidang MPRS. Selanjunya dilaksanakan didang istimewa MPRS mulai tanggal 7 Maret 1967 hingga 12 Maret 1967 di Jakarta, hasilnya konflik politik yang terjadi berhasil diselesaikan. Pada masa orde baru ini, kebijakan yang dimiliki pemerintah terdiri dari kebijakan dalam negeri dan kebijakan luar negeri, hal ini didasarkan pada Tap MPR XXXIII.

    Adapun tugas dari pemerintahan masa orde baru ini yakni meghentikan terjadinya proses kemerosotan ekonomi serta membina landasan kuat untuk pertumbuhan ekonomi kearah yang wajar, demi mengemban tugas tersebut berbagai kebijaksanaanpun diambil. Kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut dituangkandalam program jangka pendek Tap. MPRS No. XXII/MPRS/1966 yang diarahkan untuk berbagai pengendalian (pengendalian inflasi) serta usaharehabilitasi baik sarana ekonomi, peningkatan kegiatan ekonomi, dan yang terakhir ialah pencukupan kebutuhan sandang.

    Pada masa orde baru, program-program yang dicanangkan lebih kepada kemajuan ekonomi bagi rakyat Indonesia. Hal ini terbukti dengan diberlakukannya rencana ataupun program REPELITA I yang lebih mengarah pada program pembangunan ekonomi rakyat, Repelita I ini lebih mengarah ke dalam bidang pertanian. Program REPELITAyang lebih mengutamakan bidang pertanian didasarkan pada pemenuhan pangan rakyat Indonesia sendiri, namun pemerintah juga tidak melupakan sector pembangunan lainnya.

    Strategi Repelita yang lebih mengutamakan pembangunan bidang pertanian ini, produksi dari pangan dapat terus ditingkatkan pada masa tersebut. Hal ini juga berkat kerja keras serta ketekunan bangsa Indonesia sendiri, hingga pada tahun 1984 Indonesia berhasil menjadi swasembada beras. Dengan terjadinya swasembada beras ini, Indonesia dapat memperkuat ketahanan nasional di bidang ekonomi (khususnya bidang pangan).

    sumber bacaan:
    Ciri Ciri Pemerintahan Orde Baru - Pustaka Sekolah

  2. #2
    yang paling di inget dari kabinet ampera ini ya isi Surat Edaran Presidium Kabinet AMPERA No-6/1967 yang menyebut tiongkok/tionghoa dengan nama Cina. Tapi sekarang surat edaran ini sudah di cabut di akhir era jabatan Presiden SBY.
    sekarang tidak ada lagi cina
    yang ada Tiongkok untuk negaranya
    dan Tionghoa untuk masyarakatnya
    terima kasih SBY

  3. #3

Similar Threads

  1. Latar Belakang Lahirnya Orde Baru
    By Lilik Sulistyawati in forum Orde Baru
    Replies: 1
    Last Post: 02-07-2018, 09:48 AM
  2. Sistem Pemerintahan Orde Baru
    By Robi'ah in forum Orde Baru
    Replies: 1
    Last Post: 05-19-2017, 03:42 PM
  3. Ciri Ciri Pergerakan Nasional Indonesia
    By anggra in forum Kolonialisasi
    Replies: 0
    Last Post: 10-23-2014, 12:50 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •