Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2
  1. #1

    Rangkaian Peristiwa Heroik di Surabaya (3)

    Bagian (3): Petaka Tewasnya Brigadier Mallaby


    Sebagian besar publik masih belum mengetahui bagaimana persisnya peristiwa yang menewaskan Brigadier Mallaby yang memicu pertempuran yang lebih hebat lagi pada 10 Nopember 1945 & siapa sebenarnya yang menewaskan Mallaby.

    Sebagian besar postingan ini diambil dari perspektif Kapten Smith, seorang Perwira Penghubung dari Brigade Infanteri India 49 yang membuat laporan kejadiannya.

    Ada juga perspektif yang berbeda sebagaimana pernah diitulis oleh Cak Roes misalnya.

    25 Oktober 1945 (siang)

    Unsur terdepan Brigade Infanteri India 49 mendarat dan mengepung dermaga. Pertemuan pertama antara delegasi Indonesia, dr. Sugiri & Wakil Komandan Brigif 49, Kolonel Pugh. Malamnya Kolonel Pugh bertemu dengan dengan pimpinan BKR lainnya dr. Mustopo

    26 Oktober 1945 (pagi)

    Brigadier Mallaby bertemu dengan dr. Mustopo, di Jembatang Gantung Ferwerda (?) kemudian bersama staf menuju kantor Konsulat Inggris di Kayoon dimana mereka bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Suryo. Setelah diskusi dalam suasana ramah disepakati akan dibuat Kantor Penghubung dibawah duet pimpinan Kolonel Pugh dan Dul Arnowo. Markas Brigade didirikan dekat gedung pengadilan.

    Malamnya, Mustopo diminta oleh Kapten Shaw sebagai perwira keamanan untuk mengantarnya ke penjara untuk membebaskan Kolonel Huijer dan anggota RAPWI yang ditahan. Mustopo awalnya menolak tapi karena dihadapkan sepeleton pasukan Mahrattas, ia akhirnya terpaksa menyetujuinya. Tindakan ini tidak dibenarkan karena merusak suasana optimis yang telah dibangun sebelumnya.

    27 October 1945 (pagi)

    Sikon memburuk dramatis sebagai akibat kekeliruan yang dibuat Markas Divisi 23 dengan menyebarkan pamflet dari pesawat Dakota ke penjuru Surabaya yang meminta rakyat Indonesia agar menyerahkan senjata. Situasi ini dibaca oleh rakyat Indonesia sebagai kecurigaan terhadap maksud tentara Inggris yang ingin mengembalikan bekas jajahannya kepada Belanda

    28 Oktober 1945 (pagi)

    Dilakukan razia terhadap kendaraan bermotor yang lewat untuk mendapatkan senjata. Insiden ini menambah tegang suasana. Sore harinya, rakyat Indonesia sudah menyiapkan diri dan pukul 4.30 mereka menyerang dengan kekuatan besar secara simultan terhadap pos2, unit2 dan orang2 asing.

    28 October 1945 (sore)

    Kondisi Brigif 49 terancam hingga dihadapkan pada kemungkinan hancur lebur. Di wilayah Darmo, 6 ribuan interniran juga merasakan ketakutan. Pesan penting dikirim ke Jakarta meminta intervensi Sukarno yang menyetujui untuk terbang ke Surabaya.

    29 Oktober 1945

    Sukarno tiba bersama Hatta & Amir Sjarifuddin. Setelah berkonsultasi dengan Brigadier Mallaby, ia setuju untuk mengumumkan gencatan senjata. Hal ini dinilai membuat suasana relative kondusi, tapi sementara itu Radio Pemberontak tetap mengobarkan semangat untuk melawan.

    30 Oktober 1945

    Mayor Jenderal Hawthorn, Komandan Divisi Infanteri India 23, tiba dan setelah pertemuan awal dengan Sukarno & Hatta, lalu melanjtkan pertemuan di Gedung Pemerintah. Tentara Inggris diwakili oleh Hawthorn, Mallaby & beberapa staf, sedangkan Indonesia diwakili Sukarn, Hatta, Amir dan beberapa pemimpin wilayah Surabaya, Sudirman, Suryo, Sutomo dan pimpinan pemuda.

    Setelah berdebat sengit dan gencatan senjata disetujui dengan detil pelaksanaan akan dibuat oleh Mallaby dan perwakilan Indonesia. Kantor penghubung dihidupkan kembali.

    Dengan asumsi ancaman terhadap Brigif 49 sudah berakhir, Hawthorn bersama dengan Sukarno meninggalkan Jakarta jam 2 siang.

    Kolonel Pugh berpendapat bahwa pimpinan2 mereka di luar Jakarta terlalu mempercayai Sukarno yang menjamin bahwa perintahnya akan diikuti tapi mengabaikan kenyataan fanatisme massa. Ini terbukti setelah Hawthorn & Sukarno pergi, jam 3 sore terjadi lagi tembak menembak di bangunan Bank dan Internatio Square.

    Di sini, Kompi D Batalyon 6 Mahratta dihadapi oleh ratusan rakyat Indonesia yang bersenjata yang meminta mereka menyerah. Komandan Kompi, Mayor K. Venu Gopal, melaporkan Markas Brigade bahwa mereka ditembaki musuh. Jam 3.30 sore, Brigadier Mallaby, dengan keyakinan yang dinilai terlalu naf, menuju ke Internatio Square. Dengan membawa bendera putih ia berjalan sendiri menyeberangi lapangan menuju bangunan Bank dan bilang ke Mayor Venu Gopal bahwa sedang diupayakan untuk gencatan senjata dan meminta dia untuk tidak menembak kecuali diserang. Ia kemudian kembali ke Markas Brigade namun terdengar lagi tembak menembak. Mallaby kemudian mengirim perwira Brigade dan Mayor Harte (yang datang dari Jakarta bersama Hawthorn) untuk ke Markas BKR. Tapi ke 2 perwira ini ditangkap dan kemudian ditembak. Jam 4 sore, laporan penting diterima lagi dari Mayor Venu Gopal bahwa mereka semakin terkepung.

    Meski nasib perwiranya belum jelas, Mallaby memutuskan untuk sekali lagi mencoba intervensi dan petaka terhadap dirinya pun dimulai.

    Kronologis tewasnya Mallaby dalam tulisan ini didasarkan pada Laporan Kedua yang dibuat oleh Kapten R.C. Smith pada Pebruari 1946. Laporan Pertama dibuat pada tanggal 31 Oktober 1945 namun kemudian muncul versi lain yang dibuat oleh Mr. Tom Driberg saat dengar pendapat di House of Commons.

    Kira2 jam 17.30 tanggal 30 Oktober 1945, Kapten T.L. Laughland dan Kapten Smith diperintahkan oleh Kolonel Pugh pergi ke kantor pemerintahan untuk menemui pimpinan Indonesia. Pada saat itu Brigadier Mallaby sedang melakukan pertemuan dengan Gubernur Suryo di kantor gubernur.

    Setibanya di sana mereka bertemu dengan Mallaby dan diberitahu bahwa pemimpin Indonesia menolak berunding kecuali dengan dirinya. Karenanya mereka berangkat dalam konvoi dengan mobil terdepan mengibarkan bendera putih.

    Tempat pertama yang dituju adalah bangunan besar kira2 150 yard arah barat Kalimas. Di sana satu kompi dari Batalyon Mahrattas dalam posisi sulit karena dikepung ratusan orang Indonesia. Setibanya di sana, konvoi langsung dikepung masa tapi pimpinan konvoi segera membujuk orang2 Indonesia dan kesepahamn tercapai.

    Mereka lalu pergi ke posisi lain namun kira 100 yard konvoi dihentikan massa yang tidak bisa dikendalikan dengan mengacung2kan pedang & senapan yang diarahkan ke mereka. Akhirnya, massa meminta tentara Inggris yang berada di dalam gedung untuk meletakkan senjata mereka dan berbaris keluar. Mereka akan dijamin keselamatannya menuju lapangan terbang.

    Mallaby menolak usulan itu. Setelah dipaksa, Kapten Shaw yang dikenal baik oleh orang Indonesia saat menjadi perwira FSO menyetujui usulan dengan tanggung jawabnya tapi Mallaby menolak dengan pertimbangan bahwa posisi mereka sudah demikian buruk sehingga jika terjadi pertempuran lagi akan kalah. Ia lebih mempertimbangkan kompinya untuk meninggalkan daerah itu. Kapten Shaw kemudian pergi ke gedung untuk menyampaikan perintah.

    Sebagian dari kami tidak bersenjata, kecuali granat yang disembunyikan oleh Kapten Laughland dan duduk di salah satu mobil. Mallaby berada di posisi terdekat dengan Kalimas, Kapten Laughland di tengah2 dan Kapten Smith di luar dekat bangunan dimana kompi mereka berada.

    Saat Kapten Shaw masuk ke gedung, orang2 Indonesia menembakkan senjata untuk melindungi pintu masuk. Ia dan Komandan Kompi memutuskan untuk menembak dan begitu terjadi mereka yang di mobil akan berlindung di lantai sebisa mungkin.

    Tiba2 seorang bersenjata dari pihak Indonesia mendekati jendela Mallaby dan melepaskan 4 tembakan tapi gagal semua. Orang itu kemudian pergi. Pertempuran berlansung sampai jam 20.30. Beberapa saat tembak menembak mereda. Dua dari mereka, Kapten Smith dan …. (?) mendekati mobil untuk melarikannya tapi gagal dan satu dari mereka membuka pintu belakang tempat Mallaby duduk. Mallaby bergeser dan berbicara kepada massa untuk bertemu pimpinan mereka. 2 orang Indonesia kemudian mendiskusikan ini kemudian salah satunya mendekat pintu depan di posisi Mallaby. Saat Mallaby sedang berbicara, tiba2 orang Indonesia itu mengeluarkan senjata dan menembak Mallaby melalui jendela depan. Kira2 15 detik sampai 30 menit kemudian Mallaby tewas. Orang Indonesia itu setelah menembak ia membungkuk di samping mobil dan tetap di sana untuk memastikan Mallaby tewas.

    Kapten Smith memegang pin granat yang sudah diserahkan dari Kapten Laughland sebelumnya dan menunggu sikon. Orang Indonesia itu muncul lagi dan menembak Kapten Laughland mengenai punggungnya. Kapten Smith kemudian menarik pin dan melemparkan granat. Setelah meledak, Kapten Smith dan Laughland keluar dari mobil dan lari ke arah Kalimas lalu lompat ke kali. Karena tidak ada orang Indonesia yang mengejar, mereka menganggap orang Indonesia itu tewas akibat granat yang juga membakar bagian belakang mobil. Setelah 5 jam berenang mereka berhasil mencapai Markas Brigade.


    Sumber:

    1. "Who Killed Mallaby", J.G.A. Parrot

    2. "Seratus Hari di Surabaya", Dr. H. Roeslan Abdulgani

    3. "Bung Tomo dari 10 Nopember ke Orde Baru", Frans M. Parera

    4. "Surabaya Bergolak", R.S. Achmad

    5. "Pertempuran Surabaya", Depdikbud

  2. #2
    begitu membara nya semangat arek suroboyo untuk mengusir tentara inggris

Similar Threads

  1. Rangkaian Peristiwa Heroik di Surabaya (4)
    By opie in forum Kolonialisasi
    Replies: 2
    Last Post: 02-26-2018, 01:41 PM
  2. Peristiwa Merah Putih di Manado
    By Wallet Kecil in forum Orde Lama
    Replies: 0
    Last Post: 06-10-2014, 08:20 AM
  3. Pertempuran Surabaya ( 10 November 1945 )
    By Wallet Kecil in forum Orde Lama
    Replies: 1
    Last Post: 06-04-2014, 07:59 PM
  4. Tindakan-tindakan Heroik di Beragai Kota
    By Lilik Doank in forum Kolonialisasi
    Replies: 0
    Last Post: 05-22-2014, 03:39 PM
  5. Peristiwa Rengasdengklok
    By Lilik Sulistyawati in forum Kolonialisasi
    Replies: 0
    Last Post: 05-19-2014, 06:08 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •