Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 3 of 3
  1. #1

    Rangkaian Peristiwa Heroik di Surabaya (4)

    Bagian (4): Petaka Tewasnya Brigadier Mallaby (Versi Cak Roes)


    Setelah mengetahui kronologis kejadian yang menyebabkan kematian Brigadier Mallaby menurut perspektif tentara Inggris, yang dibuat oleh Kapten Smith, ada baiknya sekarang kita mengetahui juga kronologis kejadian yang sama tapi dari perspektif Dr. H. Roeslan Abdulgani.

    Roeslan Abdulgani atau sering disebut Cak Roes pada saat terjadinya pendaratan tentara Inggris di Surabaya tahun 1945 adalah anggota Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) dan TKR yang diberikan pangkat tituler Kapten karena bertugas sebagai penghubung sedangkan “counterpart” Cak Roes dari pihak tentara Inggris diwakili oleh seorang Kapten Shaw.

    Meskipun sudah tercapai gencatan senjata atas intervensi Presiden Soekarno pada 30 Oktober 1945, dan hasilnya terus menerus diberitakan tapi tidak semua pemuda dan rakyat yang berada di lapangan mendengar hasil pertemuan pemimpin mereka, terutama yang masih bertempur di Gedung Lindeteves dan Internatio dekat Jembatan Merah. Akhirnya Kantor Penghubung mengambil keputusan untuk mendatangi lokasi tersebut.

    Jam 5 sore, perwakilan dari kedua belah pihak dengan menggunakan 8 mobil melakukan konvoi gencatan senjata. Yang pertama didatangi adalah Gedung Lindeteves tapi ternyata sudah reda, lalu dilanjutkan ke Gedung Internatio.

    Saat mobil Kantor Penghubung tiba di lokasi, tembak menembak berhenti. Mobil2 yang ditumpangi perwakilan pemimpin Republik didatangi dan dikepung oleh puluhan pemuda yang menuntut agar pimpinan tentara Inggris yang ada dalam konvoi untuk memerintahkan pasukannya yang terkepung menyerah. Baik Pak Dirman, Pak Doel Arnowo, Pak Sungkono dan Cak Roes sudah berusaha menjelaskan hasil gencatan senjata antara Presiden Soekarno dan Mayjen Hawthorn. Karenanya tuntutan pemuda2 tersebut ditolak. Akhirnya diinstruksikan bahwa tentara Inggris yang terkepung diperkenankan tinggal di Gedung Internatio sampai besok pagi. Instruksi ini diterima tapi dengan menggerutu.

    Sekonyong2 muncul kelompok pemuda yang lain mengepung mobil konvoi yang ditumpangi perwakilan pemimpin Republik, mereka menuntut hal yang sama, yaitu supaya tentara Inggris menyerah sekarang juga dan diangkut ke pelabuhan dengan meninggalkan senjatanya. Setelah keluar mobil, penjelasan yang sama disampaikan bahwa tuntutan itu tidak bisa dipenuhi mengingat gencatan senjata yang sudah disepakati oleh Presiden Soekarno dan Mayjen Hawthorn. Kali ini mereka dapat menerima namun minta jaminan agar tentara Inggris tidak lagi menembaki rakyat. Masalah ini kemudian didiskusikan dengan Mallaby dan Mallaby bersedia untuk menemui anak buahnya di Gedung Internatio

    Keinginan Mallaby untuk menemui anak buah mereka di Gedung Internatio sebenarnya dikhawatirkan oleh perwakilan pemimpin Republik karena akan timbul situasi di mana tidak ada rem atau tameng bagi tentara Inggris yang menembaki orang2 Indonesia di luar, jadi keberadaan Mallaby bisa disebut sebagai “hostage”. Oleh karenanya, mereka hanya menyetujui Kapten Shaw yang masuk ke Gedung. Setelah Kapten Shaw keluar mobil yang tinggal mendampingi Mallaby di dalam mobilnya adalah Kapten Smith dan Kapten Laughland.

    Kapten Shaw akan didampingi Kundan sebagai penterjemah dan Pak Muhamad dari pihak Republik. Dipesankan agar tidak terlalu lama di dalam gedung. Kecuali mobil pak Muhamad, deretan mobil lainnya bergerak ke arah Jembatan Merah menunggu kembalinya utusan dari dalam Gedung Interntio.

    Setelah 10 menit berlalu, terlihat hanya Kundan yang keluar sendirian dari Gedung, lalu berteriak menyampaikan bahwa Kapten Shaw dan Pak Muhamad memerlukan waktu beberapa menit lagi. Tiba2 di depan gedung ada ledakan granat yang dilemparkan dari dalam gedung oleh pasukan Inggrism disusul suara tembakan dari dalam ke arah orang2 Indonesia di luar dan ke arah mobil konvoi. Kebanyakan perwakilan Republik berada di luar mobil kecuali Mallaby dan 2 stafnya.

    Menurut yang dilihat Cak Roes, nyata2 tembakan berasal dari tentara Inggris di dalam Gedung yang menyebabkan jatuhnya korban dari pihak pemuda2 Indonesia. Di tengah kekacauan itu, semua berpencar mencari perlindungan, Pak Sungkono, Cak Doel Arnowo, dr. Mursito, Kusnandar dan Cak Roes merangkak menghindari peluru lalu melompat ke Kalimas lalu berenang ke tepi untuk mengamankan diri.

    Setelah beberapa saat, tiba2 ada seorang pemuda meloncat ke Kalimas kemudian menyampaikan kepada Cak Roes dan lainnya:

    Pemuda: “Sudah beres Pak!”
    Cak Doel Arnowo: “Apa yang sudah beres?”
    Pemuda: “Jenderal Inggris (maksudnya Mallaby) yang tua Pak, mobilnya meledak, dan terbakar!”
    Cak Roes & Doel: “Siapa yang meledakkan?”
    Pemuda: “Tidak tahu, ada granat yang meledak dari dalam mobil & ada yang menembak juga ke arah mobil!”

    Diakui oleh Cak Roes bahwa mereka yang mendengar cerita anak muda itu lalu menyampaikan pesan agar tidak usah menceritakan hal itu kepada orang lain.

    Setelah itu Pak Sungkono, dr. Mursito, Kusnandar, Cak Doel Arnowo dan Cark Roes berusaha menyusuri kali menuju selatan dari kolong Jembatan Merah. Di sana mereka naik dari kali dan kembali ke Kantor Besar Polisi. Ternyata Pak Dirman sudah berhasil menyelamatkan diri begitu juga Kundan. Dari Kundan inilah Cak Roes dan lainnya mendengarkan penjelasan mengenai apa yang terjadi saat utusan masuk ke Gedung sampai tewasnya Mallaby.

    Kundan saat itu berada di dekat mobil Mallaby dan mendengar sendiri perintah Mallaby kepada Kapten Shaw agar pemimpin pasukan di dalam Gedung Internatio menunggu sampai 10 menit dan jika rakyat di depan Gedung tidak bisa tenang karena tuntutannya tidak dipenuhi maka tembaki saja. Kundan bisa menangkap reaksi Kapten Shaw yang mengatakan hal demikian akan membahayakan diri Mallaby tapi Mallaby bersikeras sebagai pemimpin militer tidak bisa begitu saja menerima tuntutan orang Indonesia untuk menyerah. Namun menurut Cak Roes, apa yang dipernintahkan oleh Mallaby kepada Kapten Shaw untuk disampaikan kepada tentara Inggris di dalam gedung agar menembaki orang Indonesia di luar itu tidak bisa dibenarkan.

    Keesokan harinya, jam 13.00, seluruh pasukan Inggris yang bermarkas di Gedung Internatio diangkut dengan truk TKR menuju Markas Brigade.


    Sumber:

    - "Seratus Hari di Surabaya Yang Menggemparkan Indonesia", Dr. H. Roeslan Abdulgani

  2. #2
    ada yang bilang konvoi mobil mencapai 12 mobil

  3. #3
    begitu semangatnya arek suroboyo melawan penjajah untuk mengusir para pasukan inggris

Similar Threads

  1. Replies: 6
    Last Post: 04-11-2016, 07:40 PM
  2. Peristiwa Merah Putih di Manado
    By Wallet Kecil in forum Orde Lama
    Replies: 0
    Last Post: 06-10-2014, 08:20 AM
  3. Pertempuran Surabaya ( 10 November 1945 )
    By Wallet Kecil in forum Orde Lama
    Replies: 1
    Last Post: 06-04-2014, 07:59 PM
  4. Tindakan-tindakan Heroik di Beragai Kota
    By Lilik Doank in forum Kolonialisasi
    Replies: 0
    Last Post: 05-22-2014, 03:39 PM
  5. Peristiwa Rengasdengklok
    By Lilik Sulistyawati in forum Kolonialisasi
    Replies: 0
    Last Post: 05-19-2014, 06:08 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •