Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 3 of 3
  1. #1

    H. Agus Salim, Guru Bagi Anak2nya

    Haji Agus Salim pada tahun 1925 sudah memiliki 6 orang anak:

    1. Dolly (Perempuan, 12 tahun)
    2. Totok (Laki2, 10 tahun)
    3. Jojet (P, 8)
    4. Adik (P, 6)
    5. Syauket (L, 4)
    6. Islam (L, 1)
    7. Bibsy (tahun 1925 belum lahir)
    8. Ciddiq (belum lahir)

    Diceritakan oleh Mohamad Roem dalam buku "Kemelut Manusia Dalam Sejarah" (LP3ES) saat ia datang ke rumah H. Agus Salim di Gang Lontar, M. Roem merasa heran karena Syauket sudah bisa berbahasa Belanda dengan baik.

    H. Agus Salim menerangkan bahwa ia sudah mulai memberikan pelajaran kepada anak2nya sejak mereka dilahirkan.

    Buat H. Agus Salim, ia tidak menerapkan ada jam main & ada jam belajar, artinya setiap saat ia bersama anaknya selalu memberikan pelajaran. Ia juga tidak menyekolahkan anak2nya (kecuali Ciddiq yang saat sekolah di SR, Belanda sudah menyerah kepada Jepang) tapi Ia menanamkan keinginan untuk lebih mengetahui dalam diri anak2nya & menanamkan kemauan untuk mencari sendiri pengetahuan lebih lanjut.

    Dolly, saat usia 6 tahun sudah membaca buku2 Nick Carter & Lord Lister yang sering dibawa ayahnya jika pulang kerja.

    Totok, sudah membaca buku Mahabarata berbahasa Belanda.

    Dolly & Totok bahkan bisa membacakan sajak berbahasa Jerman, "Heidenroslein" dan "Die Lorelei" bahkan mahir menyanyikannya.

    Begitulah sikap H. Agus Salim yang menjadi guru bagi anak2nya.

  2. #2
    Tambahan sedikit hasil baca buku "100 Tahun H. Agus Salim"...

    Ternyata beliau & istri dikaruniai 10 anak dalam jangka waktu 25 tahun sejak 1913, sementara H. Agus Salim mendambakan 12 anak, pengakuan ini diutarakan oleh sang istri, Zainatun Nahar, yang direkam oleh Mohammad Roem.

    Nama lengkap & urutan anak2nya:

    1. Theodora Atia (Dolly)
    2. Jusuf Tewfik Salim (Totok)
    3. Violet Hanifah (Yoyet)
    4. Maria Zenobia (Adek)
    5. Ahmad Sjewket Salim (gugur dalam pertempuran Lengkong)
    6. Islam Basari Salim
    7. Abdul Hadi (meninggal saat masih kecil)
    8. Siti Asiah
    9. Zuhra (meningggal saat masih kecil)
    10. Mansur Abdur Rachman Ciddiq

    H. Agus Salim & istri secara sadar memang memilih tidak menyekolahkan anak2nya di sekolah Belanda atau sekolah di masa kolonial Belanda (kecuali Ciddiq yang ikut SR saat pendudukan Jepang) tapi di rumah anak2nya diajarkan pendidikan yang diberikan di sekolah dengan cara & metode H. Agus Salim & istrinya.

    H. Agus Salim & istri juga mengajak bicara bahasa Belanda anak2nya sejak masih bayi & bahasa Belanda ini dijadikan bahasa ibu di keluarganya.

  3. #3
    banyak anak banyak rezeki dan ilmu yang di turunkan

Similar Threads

  1. Replies: 2
    Last Post: 06-13-2017, 09:48 AM
  2. Mochamad Jasin: Tentara dan Guru
    By opie in forum Pahlawan Nasional
    Replies: 1
    Last Post: 01-19-2015, 11:11 AM
  3. Makna Proklamasi bagi Bangsa Indonesia
    By Lilik Doank in forum Kolonialisasi
    Replies: 0
    Last Post: 05-20-2014, 09:27 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •