Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 4 of 4
  1. #1

    Situs Gunung Padang: Bukti Budaya Tinggi Masa Lalu

    Sebuah bangunan punden berundak sudah tak lagi menyisakan bentuk utuhnya. Terbuat dari batuan vulkanik alami berserak dengan ukuran hampir sama. Sisa peninggalan apakah ini sebenarnya? Itulah situs Gunung Padang, yang jadi pembicaraan dunia.

    BERKELILING di perbukitan Gunung Padang, balok-balok batu berserakan di mana-mana. Tersebar menutupi puncak Gunung Padang yang berjurang curam. Ada yang tertanam, ada yang berserak di atas tanah, ada yang menumpuk menjadi satu kesatuan. Balok batuan juga tersebar di pesawahan dan sekitar rumah penduduk.

    Kemunculan situs di bukit ini bukan tiba-tiba. Masyarakat awalnya memandangnya sebagai tempat keramat. ”Leluhur kami sering mendengar pada malam tertentu ada aktivitas di atas bukti dan terdengar suara-suara musikal. Tempat ini pun menjadi terang benderang. Karena itu masyarakat menyebut bukit itu sebagai Gunung Padang (gunung terang),” kata Nanang (40 th), juru kunci atau juru pelihara situs.

    Gunung Padang adalah gunung atau bukit, sementara Padang adalah istilah dalam bahasa Sunda yang berarti siang, terang atau cahaya. Menurut Nanang, Gunung Padang disebut juga sebagai “Nagara Siang Padang” (negara siang). Peziarah yang datang berharap akan mendapat pencerahan atau cahaya yang akan menerangi kehidupan di dunia nyata dan dunia gaib.


    Sulit Dijangkau
    Lokasi situs ada di bukit-bukit curam yang sulit dijangkau. Kompleks situsnya memanjang, menutupi permukaan bukit yang banyak tumpukan batu. Sementara pemandangan bentang alam sekitar berlembah curam sangatlah menakjubkan.

    Meski berbukit curam, namun tersedia anak tangga untuk mencapai puncaknya yaitu setinggi 95 meter. Tangga tersebut tersusun dari 468 anak tangga berbatu alami andesit yang merupakan jalur naik asli. Sementara jalur baru dibuat di dekatnya.

    Tegak lurus dari situs, nampak dua gunung yaitu Gunung Gede (2950 m dpl) dan Gunung Pangrango (3.019 m dpl). Dua gunung yang sejak Kerajaan Pajajaran berdiri telah dianggap sakral, yang hanya berjarak sekitar 25 km dari situs ini. Ini membuktikan bahwa secara historical ada keterkaitan spiritual antara gunung Gede dengan situs Gunung Padang.


    Batu Berundak
    Lokasi situs ini berada di ketinggian 885 m dpl, terletak di Gunung Padang, desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jabar. Areal situsnya sendiri memiliki luas sekitar 3 Ha, dan luas pondasi “bangunan purbakala” nya sekitar 900 m².

    Batuan di situs Gunung Padang berbentuk tiang-tiang dengan panjang rata-rata sekitar 1 meter dan berdiameter rata-rata 20 cm. Uniknya, geometri ujung batu dan pahatan ribuan batu besar ada dalam bentuk pentagonal (lima sudut).

    Rupanya bangsa kuno Nusantara yang mendiami tanah Pasundan ini menjadikan angka 5 sebagai identitas pemujaan. Banyak yang menyebut situs ini sebagai satu teater musikal purba, sekaligus kompleks peribadatan purba. Simbol lima ini mirip dengan tangga nada musik sunda pentatonis.

    Situs ini tersusun dari 5 teras. Teras pertama merupakan teras terbawah dengan ukuran paling luas, kemudian makin mengecil sampai teras ke-5. Bentuk punden berundak juga menunjukan bahwa semakin ke atas tingkat kesuciannya akan semakin tinggi. Artefak berupa batu melengkung berada di sisi timur situs. Dugaan kuat ini merupakan “pintu masuk” ke dalam bangunan bawah permukaan Gunung Padang.


    Legenda
    Situs ini dikeramatkan warga setempat. Banyak peziarah mengunjungi situs ini. Penduduk menganggapnya sebagai tempat petilasan Prabu Siliwangi, Raja Sunda, yang konon berusaha membangun istana dalam semalam.

    Sejumlah cerita legenda lekat di Gunung Padang. Ada yang mengaitkan dengan kekuatan mistis, timbunan harta karun, bangunan piramid yang ditemukan di Indonesia. Ada pula yang mengaitkan dengan sisa peradaban makhluk asing Alien, dan pusat Atlantis yang hilang. Namun, puluhan tahun situs dilakukan ekskavasi belum pernah ditemukan emas di kawasan ini.

    Para arkeolog punya analisa sendiri. Situs Gunung Padang adalah peninggalan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara yang pernah ditemukan manusia. Situs itu diperkirakan dibangun kira-kira 2.000 tahun sebelum Masehi. Atau sekitar 2.400 tahun sebelum kerajaan Nusantara pertama berdiri di Kutai, Kalimantan. Situs ini diperkirakan dibangun kira-kira 2.800 tahun sebelum Candi Borobudur berdiri.


    Mirip Piramida
    Gunung Padang, merupakan temuan monumen bangunan raksasa yang unik dan luarbiasa dari leluhur bangsa Nusantara, pada ribuan tahun sebelum Masehi. Pandangan arkeolog, sesungguhnya Gunung Padang bukanlah gunung melainkan mirip dengan piramida. Piramida adalah sebuah bangunan atau bukit yang dimodifikasi oleh manusia dengan perhitungan matang dari banyak sisi. Secara saintifik disimpulkan bahwa ada man-made structure di bawah permukaan situs Gunung Padang. Situs Gunung Padang diyakini dibuat manusia masa lampau yang pernah hidup di wilayah itu.

    Piramida ini tertimbun debu vulkanik sehingga terlihat seperti gunung yang penuh pepohonan. Di dalam Gunung Padang dipercaya memiliki ruangan-ruangan di dalamnya yang kini telah tertimbun tanah. Umur situs ini diperkirakan jauh lebih tua dari pada piramida Mesir, yaitu sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi.


    Mistis
    Situs Gunung Padang menjadi daya tarik karena bukit ini kerapkali dilaporkan mengeluarkan “bunyi-bunyian” seperti ada perhelatan. Kalangan sinden, dalang, atau seniman kerap datang dan bersemedi di situs ini. Mereka percaya dengan mitos dari kekuatan di Gunung Padang.

    Di situs gunung Padang pernah ditemukan alat musik yang berupa batu persegi panjang yang bergelombang pada bagian atasnya. Jika setiap gelombang dipukul, maka akan mengeluarkan bunyi yang berbeda antar gelombang satu dengan yang lain. Penemuan ini diyakini terkait dengan bunyi-bunyian yang sering terdengar.

    Batu-batu di Gunung Padang juga menjadi daya tarik karena diyakini bertuah. Ada batu gendong, batu harimau, dan batu kujang. Semua diyakini memiliki kekuatan sendiri. Juga terdapat mata air yang keluar dari situs. Mata air ini dipakai membersihkan diri sebelum naik ke Gunung Padang.

    Di teras ke 5 ini arealnya cukup luas dan populer bagi peziarah. Banyak orang datang ke Gunung Padang untuk bersemedi di teras tingkat 5 ini. Teras ini dianggap sebagai istana atau singgasana Prabu Siliwangi.


    Amati Bintang

    Situs Gunung Padang secara astronomis ternyata berharmoni dalam naungan bintang-bintang di langit. Posisi situs diketahui pada masa prasejarah berada tepat di bawah langit yang lintasannya padat bintang, berupa jalur Galaksi Bima Sakti. Gunung Padang menjadi tempat strategis untuk mengamati benda-benda langit atau menghitung konstelasi astronomi. Beberapa penelitian tentang astronomi sering dilakukan di kawasan ini.

    Beragam penelitian banyak dilakukan di Gunung Padang. Hasil penelitian ini semakin mengungkapkan bahwa situs ini merupakan bukti peradaban tertua manusia, bukti keluhuran kebudayaan lokal dan tingginya peradaban asli Indonesia. Khususnya orang-orang yang sekarang mendiami Tatar Pasundan.

    Sangat menarik menengok ke Gunung Padang. Menelisik situs berisi serakan batu hitam bermotif, mencermati susunan batu, dan menikmati pemilihan panorama lingkungan sekitar situs, yang ternyata sarat pesan keteraturan geometris. Bukti pesan kebijaksanaan kosmis yang tinggi pada kebudayaan Nusantara purba.

    Sempatkan berwisata ke situs Gunung Padang saat bulan purnama. Kita akan bisa mengamati miliaran bintang, di tengah reruntuhan situs yang berusia 2500-4000 SM. -- Priyo SM

  2. #2
    nah untuk akses ke stus gunung padang tersebut gimana caranya yah? apakah bisa dicapai dengan kendaraan ?
    Butuh pemasangan Tray di Surabaya untuk perusahaan Anda? TRAYTEK adalah solusinya.

  3. #3
    kalau kesini harus bener bener jiwa pendaki banget nih

  4. #4

Similar Threads

  1. Legenda gunung bromo
    By anie miracle in forum Asal Usul
    Replies: 5
    Last Post: 01-24-2018, 11:32 AM
  2. Melintas Kaldera Pasir Gunung Bromo
    By PSM_ in forum Wisata Indonesia
    Replies: 2
    Last Post: 11-25-2016, 04:08 PM
  3. Replies: 0
    Last Post: 05-17-2014, 11:13 AM
  4. Replies: 0
    Last Post: 05-16-2014, 07:26 AM

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •