Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 3 of 3
  1. #1

    Melintas Kaldera Pasir Gunung Bromo

    Embun masih membeku saat guide menyiapkan pelana kuda. Selusin kuda telah bersiap menembus keremangan pagi. Wisatawan pun masih terkantuk-kantuk tak sadar, saat kuda mengarungi lautan pasir. Hari ini, agendanya melihat matahari terbit dari puncak Bromo. Itulah salah satu pesona khas “keindahan terpencil” yang ditawarkan Bromo.


    DEBU halus di kaldera Bromo mengepul dari 70 pasang kaki kuda di pagi buta itu. Penunggangnya rata-rata berjaket dan topi untuk menghalau dingin. Sais pemilik kuda sabar menuntun di samping kuda. Inilah iringan wisatawan berkuda yang sedang melintasi lautan pasir. Kuda-kuda itu bak sudah terbiasa. Setia terangguk angguk menapak menuju ponten yang terletak di ujung kaldera. Ponten adalah tempat ‘upacara ritual pemujaan’ masyarakat lokal terhadap gunung Bromo. Ia terletak tepat di mulut tangga naik ke puncak Bromo.

    bromo.jpg
    source: setiatransport.com

    Kaldera pasir vulkanik-- seluas ±6.290 hektar dan berdiameter 10 km – itu hanya diarungi kuda selama 85 menit. Satu persatu menurunkan wisatawan yang masih mengantuk di tangga pertama menuju puncak Bromo. Deretan tangga vertikal tertata menjulang tinggi ke puncak Bromo. Di atas tangga itulah ratusan wisatawan berebut menikmati matahari terbit. Sebuah awal perjalanan wisata yang menantang.


    Tetap aman
    Bromo merupakan gunung berapi aktif. Bau belerang menyengat dari tepi kawahnya. Namun Bromo relatif tidak membahayakan. Wisatawan bisa naik sampai pinggir kawah. Tempat upacara Kesadha diadakan. Matahari terbit sangat indah bila disaksikan dari sisi kawah ini. Wisatawan naik melalui tangga setapak yang tersedia sampai puncak Gunung Bromo. Awas hati-hati, karena banyak wisatawan yang tergelincir saat mendaki.

    Puncak Bromo sangat dingin saat malam hari. Bahkan di musim kemarau bisa mencapai nol derajat. Anda tidak disarankan bermalam di puncak Bromo. Bila ingin melihat matahari terbit,
    disarankan naik ke puncak Bromo sekitar pukul 03.00 pagi. Pada masa libur, tepi kawah dipenuhi ribuan wisatawan berbondong bondong. Mereka berebut mencapai puncak sebelum matahari terbit pukul 04.30 WIB. Kemudian turun dan melintasi laut pasir kembali sebelum jam 09.00 pagi.


    Keindahan Terpencil
    Wisatawan asing sering menyebut kawasan Bromo-Tengger-Semeru sebagai “keindahan terpencil”. Itulah pesona yang ditawarkan destinasi gunung Bromo, yang terletak di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Kawasan yang tepat berada di perbatasan 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo.
    Taman nasional ini diberi nama dua gunung besar yang ada dalam wilayahnya, serta keberadaan masyarakat Tengger yang mendiami kawasan itu. Dua gunung itu adalah Gunung Semeru, gunung berapi tertinggi (3,676m) di Jawa, serta Gunung Bromo (2,329m). Gunung Bromo adalah gunung aktif yang letusannya membentuk kaldera pasir vulkanik. Ibarat cawan, gunung Bromo terletak di tengah-tengah cawan kaldera. Asap putih yang keluar dari kawahnya nampak terlihat mengepul dari tebing-tebing kaldera yang ada di sekitarnya. Tebing terjal yang ketinggiannya antara 200-700 meter.

    Daerah Tengger merupakan kawasan hutan lindung, cagar alam dan hutan wisata. Pada tahun 1992, pemerintah Indonesia meresmikannya sebagai Taman Nasional. Pertimbangannya selain alam - lingkungannya perlu dilindungi, terdapat bermacam-macam potensi tradisional kuno di dalamnya.

    Bila mau masuk di lembah-lembah yang menghijau di sekitarnya, sering ditemukan luwak (Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), dan ajag (Cuon alpinus javanicus). Berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipite virgatus), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus) sering ditemukan terbang melintas. Mereka berpapasan dengan wisatawan yang sedang mengarungi lautan pasir. Sementara belibis ditemukan hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo. Obyek wisata di gunung yang terletak ketinggian


    Masyarakat Tengger
    Kawasan ini dihuni masyarakat Hindu Tengger, salah satu dari beberapa komunitas Hindu di pulau Jawa. Masyarakat Tengger diyakini keturunan Majapahit yang mulai berdiam di bukit-bukit sekitar Bromo pada abad ke-15. Legenda yang diyakini, Putri Roro Anteng (putri Raja Majapahit Brawijaya) dan suaminya Joko Seger melarikan diri ke Bromo dari pengaruh kerajaan Islam. Ia mendirikan kerajaan baru dinamakan Teng-ger.

    Kedatangan buruh pendatang yang bekerja untuk pemilik perkebunan kopi Belanda membuat masyarakat Tengger semakin terdesak ke atas. Mereka akhirnya berdiam di puncak-puncak gunung. Masyarakat asli Tengger sekarang ada sekitar 600.000 orang. Tersebar di 30 desa sekitar Taman Nasional.

    Sebuah ritual pemujaan kepada gunung Bromo, yaitu membuang sesaji ke kawah diyakini sebagai kelanjutan dari kisah Roro Anteng dan Joko Seger itu. Upacara ritual itu disebut sebagai Upacara Kasadha. Diadakan setiap tahun sekali pada bulan purnama dari bulan ke-12 (Kasadha) dari kalender Tengger


    Banyak Pilihan Wisata
    Bromo adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur. Pesona matahari terbit dan tenggelam, serta berkuda di laut pasir menjadi tawaran mengasyikkan. Di kawasan itu tersedia juga objek untuk hiking, trekking, termasuk eksploring ke gunung-gunung sekitarnya seperti gunung Semeru. Kehadiran jeep-jeep tua yang dipakai untuk offroad meniti jalan setapak melintasi lautan pasir menuju gunung Semeru juga merupakan pesona tersendiri.

    Gunung Semeru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian perjalanan ke puncak Semeru (gunung Mahameru-red) tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo. Perjalanan melewati hutan, danau dan menyisir batuan vulkanik saat mendekati puncak menjadi pesona yang menawarkan tantangan sendiri. Tidak hanya remaja yang camping dan hiking ke Semeru, banyak eksekutif pun yang meluangkan liburnya dengan mendaki Semeru. Penggemar hiking disarankan mengambil rute dari Malang. Dari jalur ini, mereka bisa menikmati keindahan lautan pasir jauh lebih luas lagi.

    Selain itu ada pemandangan eksotik dalam kawasan itu. Anda akan menemukan tiga danau besar berada dalam jalur hiking menuju Semeru yaitu Ranu (danau) Pani (2.200 meter dpl), Ranu Kumbolo (2.390 mdpl), dan Ranu Regulo. Pemandangannya sangat indah dan alami. Kehadiran burung belibis di ketinggian menyejukkan suasana pendakian.


    Akses Ke Bromo
    Bromo bisa ditempuh lewat kota terdekat yaitu Malang, Pasuruan atau Probolinggo. Ketiganya bisa dicapai dari Surabaya. Penerbangan langsung ada pada jalur Malang-Jakarta, Surabaya-Jakarta dan Malang-Denpasar. Sementara keretaapi bisa ditempuh Jakarta-Surabaya, Jakarta-Malang atau Yogyakarta-Surabaya.

    Rute menuju Bromo bisa lewat Probolinggo. Anda bisa menuju ke Ngadisari kemudian berakhir di Cemoro Lawang. Inilah akses utama masuk ke Bromo, yang berada di sisi timur laut kaldera. Baik Cemoro Lawang dan Ngadisari melewati pesona perkampungan masyarakat Tengger yang indah.
    Rute Bromo bisa juga lewat Pasuruan yang rutenya lebih eksotik lagi. Setelah lewat Wonokotri perjalanan ke Bromo benar-benar indah. Jalannya yang berkelok-kelok membuat Anda harus lebih waspada. Sementara rute lewat Malang jarang digunakan untuk wisata. Rute ini merupakan jalur favorit untuk pendakian ke gunung Semeru. Jalur off road dijalani oleh jeep-jeep tua bertipe 4x4. Inilah rute yang menantang bagi penggemar offroad.

    Jadikan Bromo-Tengger-Semeru sebagai daerah tujuan wisata Anda di akhir tahun ini. Nikmati pesona khas “keindahan terpencil” yang ditawarkan.—Priyo SM

  2. #2
    ke bromo sekali tapi ke pengen kesana lagi .....

  3. #3
    pesona bromo memang indah sekali meskipun di lihat dari sisi manapun

Similar Threads

  1. Legenda gunung bromo
    By anie miracle in forum Asal Usul
    Replies: 5
    Last Post: 01-24-2018, 11:32 AM

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •