Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 3 of 3

Thread: Rawa Pening

  1. #1

    Post Rawa Pening

    Rawa Pening adalah salah satu objek wiasata yang terdapat di kabipaten ssemarang , jawa tengah. Dan lokasinya berada di cekungan terdendah antara gunung merbabu, telomoyo, dan ungaran. Konon menurut cerita yang berkembang di masyarakat danau itu berasal dari sebuah peristiwa yang pernah terjadi di daerah itu.

    Pada zaman dahulu diantara gunung merbabu dan telomoyo ada sebuah desa bernama ngasem. Dan di desa itu hiduplah sepasang suami istri yang sangat rukun namun sudah lama menikah belum juga mendapat keturunan. Suami itri itu bernama ki hajar dan nyai selakanta. Karena suami istri itu suka menolong dan bersifat pemurah kepada warga desa yang lainnyam maka tak heran kalau mereka dihormati dan disegani oleh masyarakat sekitar.

    Pada suatu hari nyai selakanta duduk termenung. Sepertinya ada hal yang mengganggu pikirannya, ki hajar pun ikut duduk disebelah nyai selakanta. Begitu seriusnya melamun sehingga nyai selakanta tidak menyadari keberadaan suami disampingnya. Ki hajarpun bertanya kepada istrinya tentang masalah yang sedang ia pikirkan. Nyai selakanta pun bercerita kalau dia sangat kesepian jika ditinggal oleh suaminya. Nyai selakanta ingin segera mempunyai seorang anak.

    Ki hajar pun menenangkan istrinya dan menasehati supaya bersabar. Mungkin belum saatnya mereka mendapatkan keturunan. Karena iba melihat istrinya maka ki hajarpun bertanya kepada istrinya, apakah mau jika ditinggal oleh suaminya bertapa. Ki hajar yakin bahwa tuhan akan memberikan keturunan kepada mereka. Dengan berat hati nyai selakanta mengijinkan suaminya untuk pergi bertapa.

    Pergilah ki hajar ke gunung telomoyo untuk bertapa. Sudah berminggu-minggu bahkan sudah berbulan-bulan namun ki hajar belum pulang. Nyai selakanta sangat mencemaskan suaminya kalau-kalau terjadi apa-apa dengan ki hajar. Hingga pada suatu hari nyai selakanta mual-mual dan ia mengira kalau sedang hamil. Dan ternyata benar, nyai selakanta memang sedang hamil. Setelah tiba waktunya nyai selakanta pun melahirkan, namun alangkah terkejutnya ketika melihat bahwa yang dilahirkan bukan seorang anak tetapi seekor naga.

    Oleh nyai selakanta anak itu diberi nama baru klinting. Walaupun baru klinting berujud naga tetapi ia bisa berbicara dengan bahsa manusia. Nyai selakanta pun terharu tetapi juga sedikit kecewa. Karena anak yang dilahirkannya berwujud naga. Dan untuk menutupi hal itu nyai selakanta berniat untuk mengasingkan putranya ke bukit tugur. Namun utnuk pergi kesana nyai selakanta harus merawan dan membesarkan baru klinting agar bisa menempuh perjalanan itu. Tetapi ia harus menyembuyikan nya kepada warga. Waktu terus berjalan dan baru klinting pun tumbuh dewasa. Suatu ketika baru klinting bertanya kepada ibunya, apakah ia punya ayah atau tidak.nyai selakanta juga menjadi terkejut ia tidak menyangka kalau pertanyaan itu keluar dari anaknya. Namun segera nyai selakanta menyadari bahwa sudah saatnya suaminya mengetahui kalau ia sudah punya anak. Kemudian baru klinting diceritakan tentang ayahnya.

    Baru klinting ingin sekali bertemu dengan ayahnya, kemudian ia minta ijin kepada ibunya. Namun baru klinting agak khawatir kalau nanti ayahnya tidak bsia menerima kalau anaknya ternyata seekor naga. Kemudian nyai selakanta memberikan sebuah pusaka agar nantinya ki hajar bisa percaya

    Setelah bertemu dengan ki hajar awalnya ia tidak percaya bahwa baru klinting adalah anaknya, namun setelah diyakinkan dengan pusaka pemberian ibunya kihajar baru percaya. Namun untuk lebih meyakinkah ki hajar meminta baru klinting untuk melingkari telomoyo. Dan dengan mudah si naga melinkarinya. Kemudian ki hajar juga memrintahkan untuk bertapa di bukit tugur agar tubuh baru klinting bisa berubah jadi manusia.

    Sementara baru klinting bertapa, ada sebuah desa bernama pathok dan sangat makmur, namun para penduduknya sangat angkuh. Pada suatu hari mereka mengadakan pesta rakyat sebelum pesta itu dimulai warga desa itu berbondong-bondong berburu ke bukit tugur. Sudah seharian mereka berburu namun belum ada hasil hingga pada saat akan pulang mereka melihat naga sedang bertapa dan naga itu adalah baru klinting. Akhirnya naga itu di potong dan menjadi hidangan pesta.

    Ketika sedang asik berpesta datanglah seorang anak penuh luka dan berbau amis. Dia adalah penjelmaan dari bru klinting, dia meminta makan kepada warga namun dengan angkuhnya meraka malah mengusir baru klinting. Ketika mau pulang ada seorang peempuan datang menemui dan bertanya, apa yang terjadi. Kemudian baru klinting bercerita. Perempuan itu kemudian membawa baru klinting ke rumahnya dan memberikan makanan. Perempuan itu juga bernasib sama seperti baru klinting tidak diundang ke pesta karena warga jijih melihat orang itu.

    Maka baru klinting pun marah dan ingin memberi pelajaran kepada warga desa itu. Maka ia datang ke pesta dan menacapkan lidi ke tanah dan menyuruh warga untuk mencabutnya, namun tidak seorang[pun bisa mencabut. Akhirnya dicabut oleh baru klinting hingga keluar air dan akhirnya menjadi danau. Para penduduk di desa itu meninggal kecuali nyai latung yang mentyelamatkan diri dengan lesung bersama baru klinting. Dan danau itu sekarangbernama Rawa Pening.

  2. #2
    ini termasuk legenda yah min

  3. #3

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •