Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2
  1. #1

    Terbentuknya Nasionalisme kebangsaan Indonesia

    Negara Indonesia adalah negara yang berasal dari banyak suku yang berbeda. Namun dengan satu misi ingin mencapai kemerdekaan Indonesia mampu bersatu dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padahal pada kehidupan dulu kerajaan merupakan suatu bentuk pemerintahan yang diakui oleh pribumi Indonesia. Tidak dipungkiri penjajahan yang dilakukan bangsa eropa khususnya Belanda telah membuka mata kita jika Nasionalisme adalah sebuah hal yang sangat penting untuk dimiliki.

    Nasionalisme yang berkembang di Indonesia seiring dengan masuknya paham-paham baru dari barat membuat pengaruh yang cukup besar terhadap perjuangan melawan pemerintah kolonial belanda. Terhitung sejak awal abad 20 perjuangan bangsa Indonesia yang bersifat kedaeraahan mulai terlihat berbeda. Banyak terbentuknya organisasi-organisasi yang menuntuk kemerdekaan seperti Budi Utomo, PKI, Parindra, Partindo dan banyak lagi lainnya mulai mempersatukan masyarakat Indonesia dari berbagai golongan ras dan agama.

    Jika kita kaji lebih dalam ada beberapa faktor yang memperngaruhi terbentuknya nasionalisme di Indonesia. Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya nasionalisme di Indonesia:

    Perkembangan Pendidikan

    Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkantoran milik pemerintahan Belanda banyak tenaga pribumi yang digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dianggap memiliki gaji rendah. Karena menggaji warga Belanda sendiri dianggap terlalu mahal terlebih karena mereka berhak mengajukan cuti dan kembali ke negara Belanda selama bertahun-tahun atas tanggungan pemerintah Belanda.


    Padahal saat itu Indonesia sangat menderita dengan sistem tanam paksa yang diberlakukan oleh Pemerintah belanda. Melihat hal itu Van Deventer mengajukan pemikiran balas budi kepada bangsa pribumi yang telah membantu Belanda dalam mencapai kestabilan ekonomi. Van deventer mengajukan 3 program yang dikenal dengan trilogi van deventer yakni:
    1. irigasi
    2. edukasi
    3. imigrasi


    Edukasi yang ada dalam trilogi Van Deventer ini lah yang kemudian berperan penting dalam menumbuh kembangkan Nasionalisme Indonesia. Pendidikan yang diberikan memberikan kecerdasan pada penduduk Indonesia. Kemampuan SDM bangsa Indonesia semakin meningkat seiring diberinya kesempatan pribumi untuk merasakan pendidikan. Termasuk kesempatan untuk sekolah di negeri belanda.

    Di Indonesia didirikan lembaga tinggi untuk kaum pribumi seperti sekolah dokter (STOVIA) yang sekarang menjadi sekolah tinggi kedokteran di jakarta. Sekolah-sekolah yang didirikan tersebut menghasilkan para sarjana yang menjadi penggerak motor pergerakan nasional Indonesia. Tidak terkecuali mereka yang bersekolah di negeri Belanda yang juga memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di kancah Internasional seperti yang dilakukan oleh Perhimpunana indonesia.

    Diskriminasi

    Seiring terus terjadinya diskriminasi pada penduduk pribumi, hal ini menyebabkan nasionalisme dan rasa ingin merdeka semakin menggebu-gebu. Terjadi diskriminasi dengan perbedaan yang sangat mencolok antara penduduk pribumi dengan bangsa penjajah dari sluruh bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.

    Sebagai contoh diskriminasi dalam pendidikan yang diselenggarakan di indonesia pada saat itu terbagi menjadi 3 lapisan sosial. Yang pertama adalah ELS (Europeesche Logere School) yang diperuntukan untuk anak-anak Belanda, HCS (Hollands Chinese School) untuk anak-anak cina dan HIS (Hollands Indische School) untuk kaum pribumi Indonesia. Perbedaan ayng dilakukan oleh pemerintah Belanda ini lebih mengarah kepada pemberlakuannya politik devide et impera atau politik memecah belah.

    Dalam kehidupan ekonomi pribumi Indonesia hanya menempati pegawai-pegawai tingkat rendahan yang mendapat gaji yang sangat rendah jika dibandingkan dengan bangsa Berlanda atau dengan bangsa cinba yang menempati golongan menengah. Juga dalam perdagangan dimana belanda mendapatkan berbagai fasilitas yang cukup memadai sangat berbeda dengan pribumi Indonesia yang mendapatkan banyak sekali kewajiban yang harus dipenuhinya.

    Selain itu untuk tempat tinggal pemerintah Belanda juga memisakan antara kelompok yang ada dalam masyarakat. Orang belanda bertempat tinggal di Kota atau disebut Europeesche burt (lingkungan eropa), orang aab di kampung pakojan, orang india di kampung keling, orang cina di kampung pecinan dan orang Indonesia berada di kampung-kampung atau jauh dari kota.

    Diskriminasi pendidikan, sosial, dan ekonomi ini lah yang kemudian menimbulkan kecemburuan sosial yang kemudian tumbuh berkembang menjadi nasionalisme yang memerdekakan Indonesia.

  2. #2
    mungkin kita perlu berterima kasih ya pada van deventer
    meskipun dia warga Belanda yang juga menjajah kita tapi berkat triloginya bisa menghasilkan bibit pahlawan pergerakan nasional

Similar Threads

  1. Sejarah Terbentuknya Pancasila
    By Herodotus in forum Tentang Indonesia
    Replies: 0
    Last Post: 05-09-2014, 07:24 AM
  2. Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
    By Herodotus in forum Tentang Indonesia
    Replies: 0
    Last Post: 05-06-2014, 01:52 AM

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •