Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2
  1. #1
    WNA

    Join Date
    Aug 2017
    Location
    Jl. Pepaya no 22 masaran
    Posts
    20

    Kehidupan Masa Masyarakat Pada Masa Perundagian

    Orang yang ahli membuat alat-alat dari logam disebut Undagi, sedangkan tempat pembuatan alat-alat disebut Perundagian. Tata susunan masyarakat pada zaman logam semakin kompleks, sejalan dengan kemajuan yang dicapai manusia pada saat itu pembuatan alat-alat dari logam menorong adanya pembagian kerja berdasarkan keahlian. Pada zaman logam, hasil-hasil kebudayaannya berupa kapak corong, nekara, bejana, erunggu, arca-arca, benda-benda dari besi dan gerabah.
    2.jpg
    1) Nekara perunggu
    Nekara merupakan genderang besar yang terbuat dari perunggu berpinggang di bagian tenaghnya dan tertutup di bagian atasnya. Nekara dimungkinkan berfungsi sebagai sarana upacara (kesuburan dan kematian) dan dijadikan simbul stataus sosial. Nekara ditemukan di Sumatera, Jawa, Bali, Pulau Sangean, Rote, Selayar dan Kepulauan Kei. Nekara yang terbesar terdapat di Pura Penataran Sasih di desa Intaran daerah Pejeng, Bali. Nekara ini bergaris tengah 160 cm dan tingginya 198 cm. Di Alor ditemukan sejenis nekara yang kecil dan langsing yang disebut Moko atau Mako.

    2) Kapak corong (kapak sepatu)
    Kapak corong adalah kapak yang bagian tajamnya seperti kapak batu, hanya bagian tangkainya berbentuk corong. Corong itu digunakan untuk tempat memasang tangkai kayu yang bentuknya menyiku seperti bentuk kaki. Oleh karena itu, kapak corong sering disebut juga kapak sepatu. Kapak corong ini banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah, Kepulauan Selayar dan dekat Danau Sentani, Papua.

    3) Bejana perunggu
    Bejana perunggu adalah benda berbentuk seperti gitar Spanyol yang tidak bertangkai. Pola hiasan dalam bejana perunggu adalah hiasan anyaman dan menyerupai huruf J. Di Indonesia, bejana perunggu ditemukan oleh para ahli di daerah Madura dan Sumatera.

    4) Perhiasan perunggu
    Biasanya perhiasan ditemukan sebagai bakal kubur. Bentuk perhiasan beraneka ragam dan ditemukan di derah Bogor, Bali, dan Malang. Benda perhiasan dari besi banyak ditemukan bersamaan dengan benda-benda dari perunggu.

    5) Arca perunggu
    Arca-arca perunggu yang menggambarkan tentang manusia dn binatang ditemukan di bangkinang (Riau), Palembang, Bogor, dan Lumajang (Jawa Timur).

    6) Benda-benda besi
    Sering kali benda-benda besi ditemukan sebagai bekal kunur, seperti didalam kubur-kubur di Wonosari (Jawa Tengah) dan Besuki (Jawa Timur). Benda besi yang ditemukan berupa mata panah, pisau, sabit, pedang, mata tombak, gelang-gelabg besi dan lain-lain.

    7) Gerabah
    Ada gerabah yang digunakan sebagai bekal kubur, seperti mangkuk, kendi, belanga serta manik-manik tanah liat yang dibakar dan diberi hiasan warna-warni. Tempat penemuan gerabah misalnya di Gilimanuk (Bali), Leuwilang (Bogor)dan Anyer (Jawa Barat).

    Manusia pendukung kebudayaan perunggu di Indonesia, adalah pendatang baru dari Asia Tenggara. Mereka merupakan penduduk Deutero Melayu (Melayu Muda) dengan membawa kebudayaan Dongson (Vietnam) yaitu kebudayaan perunggu Asia Tenggara. Deutero Melayu merupakan nenek moyang dari suku bangsa Jawa, Bali, Bugis, Madura dan sebagainya.

    Ciri-ciri kehidupan politik para masa perundagian adalah :

    a. Kebutuhan bahan makan dipenuhi dari bercocok tanam di sawah dan beternak. Mereka sudah mulai mengenal isistem pengaturan air (irigasi) untuk keperluan bersawah dengan tanpa harus bergantung terus pada alam (hujan). Adapun dalam beternak, binatanag yang diternakkan makin beragam, misalnya kuda dan beragam unggas.
    b. Teknik pembuata rumah makin maju dan beragam daerah yang menjdi tempat tinggalnya. Lingkungan tempat tinggal mulai teratur sehingga membentuk sebuah pedesaan.
    c. Sistem barter masih berlangsung daerah beragam barang yang dipertukarkan. Jangkauan sistem barter dalam memenuhi kebutuhan lebih jauh lagi, yaitu antar pulau.

    Dalam aspek kepercayaan, masyarakat pada masa perundagian (zaman logam) juga masih mempercayai akan adanya kekuatan roh nenek moyang, dan juga percaya akan adanya kekuatan animisme dan dinamisme.

  2. #2

Similar Threads

  1. Persebaran Agama Nasrani di Indonesia pada Masa Kolonial
    By ayu nur rahmani in forum Kolonialisasi
    Replies: 1
    Last Post: 02-02-2018, 11:00 AM
  2. Replies: 2
    Last Post: 06-08-2017, 10:00 AM
  3. Penyimpangan Pada Masa Orde Baru
    By Robi'ah in forum Orde Baru
    Replies: 1
    Last Post: 12-05-2016, 02:43 PM

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •