Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2

Thread: Cindelaras

  1. #1

    Cindelaras

    Pada zaman dahulu di daerah jawa timur terdapat kerajaan kediri yang rajanya bernama raden putra. Raden putra adalah raja yang sangat kaya, dan beliau mempunyai kegemaran menyabung ayam. Raden putra mempunyi seorang permaisuri dan juga beberapa orang selir. Satu di antara selit itu ada yang barhati jahat kepada permaisuri karena iri hati. Suatu hari selir itu menuduh sang permaisuri ingin membunuh raja dengan menaruh racun di minumannya. Dan tanpa diselidijki dulu raja kemudian marah besar kepada permaisuri dan menyuruh pengawal untuk membunuhnya di tengah hutan.

    Namun pengawal itu tidak tega membunuh permaisuri kemudian mereka meninggalkanya di tengah hutan, kemudian mereka menangkap rusa dan membawa jantungnya sebagai bukti kepada raja bahwa mereka telah membunuh permaisuri.

    Beberapa bulan kemudiam permaisuri sang saat itu sedang hamil melahirkan seorang putra putra yang sangat tampan. Anak itu bernama cinde laras. Cinde laras adalah anak yang kuat dan cerdas. Pada suatu hari cinde laras menemukan sebutir telur dan kemudian di plihara dan menetas menjadi ayam jantan.
    Cinde laras sangat menyayangi ayamnya, dan ia mempunyai kegemaran menyabung ayam. Dan setiap menyabung pasti menang. Sehingga cinde laras menjadi terkenal sampai luar desa. Sehingga sang raja juga mendengar berita tentang seorang anak kecil dengan jago yang tak terkalahkan.

    Sehingga pada suatu hari sang raja mengutus prajurit untuk mengundang cinde laras dan ayamnya untuk bertarung dengan ayam milik cinde laras. Sang raja sangat terkesima ketika melihat cinde laras karena cinde laras tinggal di hutan tetapi tingkah lakunya seperti anak bangsawan.

    Rajapun mengajak ayam cinde laras di adu dengan ayamnya. Namun sebelum bertarung cinde laras mengajukan persyaratan, kalau nanti ia menang maka setengah kerajaan menjadi miliknya. Raja pun setuju, ia beranggapan mana mungkin ayam cinde laras menang melawan ayamnya. Dipilihlah ayam yang paling kuat dan bagus milik raja untuk di adu dengan ayam cinde laras.

    Namun dengan mudah ayam raja terkalahkan oleh ayam cinde laras. Para penonton sangat terkejut apalagi setelah mendengar ayam cinde laras berkokok yang bunyinya “ kukuruyuuuk…! Akulah ayam cide laras, yang tinggal di tengah hutan, tapi beliau adalah anak raden putra! Ayam itu berkokok berulang-ulang. Raja sangat terkejut lalu bertanya kepada cinde laras tetntang asal usulnya. Kemudian cinde laras menceritakan bahwa dia tinggal bersama ibunya di tengah hutan. Kemudian raja meminta cinde laras untuk mengantarkan kepada ibuya. Setelah bertemu ternyata itu adalah permaisuri yang dulu akan dibunuh. Kemudian permaisuri menceritakan semua, bahwa selama ini telah di fitnah oleh sang selir. Kemudian raja memboyong permaisuri dan cinde laras untuk kembali ke istana dan mengukuhkannya sebagai permaisuri dan cinde laras sebagai putra mahkota. Selir yang jahat pun akhirnya di hokum. Sepeninggal sang raja cinde laras yang menggantikannya, dan cinde laras menjadi seorang raja yang arif dan bijaksana.

  2. #2

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •