Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 5 of 5
  1. #1

    Post Asal Usul Kota Banyuwangi

    Alkisah pada zaman dahulu kala di Propinsi Jawa Timur berdiri kerajaan besar yang dipimpin oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Sang Raja mempunyai seorang putra mahkota yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran putra mahkota ini adalah berburu. Pada suatu hari Raden Banterang memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan peralatan berburu. Setelah siap berangkatlah Sang putra mahkota ke tengah hutan bersama beberapa pengawalnya. Pada saat berjalan sendirian pangeran melihat seekor kijang melintas di depannya.

    Kemudian dikejarlah kijang tersebut, sehingga terpisahlah Raden Banterang bersama para pengawalnya.
    Setelah berkeliling di hutan namun Raden Banterang tidak menemukan jejak kijang itu. Sampai ditepi sungai Raden Banterang istirahat dan minum air sungai yang sangat bening. Kemudian Raden Banterang pergi melanjutkan pencariannya. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan gadis yang sangat cantik. Raden Banterang sedikit terkejut tapi ia memberikan diri untuk berkenalan dengan gadis itu. Setelah berkenalan ternyata gadis itu bernama Surati dan dia adalah putri dari kerajaan Klungkung yang bersembunyi dari kejaran musuh, dan Ayahnya telah gugur karena mempertahankan mahkota kerajaanya.

    Singkat cerita diboyonglah sang putri ke kerajaan Raden Banterang. Kemudian mereka menikah dan hidup bahagia. Pada suatu hari ketika sang putri jalan-jalan ia dikejutkan oleh seorang laki-laki perpakaian compang camping menemuinya. Dan ternyata dia adalah kakak kandungnya yang bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak putri Surati untuk membalas dendam kematian ayahnya yang ternyata dibunuh oleh Raden Banterang dan pasukannya. Namun sang putri menolak maksud kakaknya karena putri merasa hutang budi kepada Raden Banterang.

    Rupaksa sangat marah kepada sang putri kemudian dia pergi, namun sebelum pergi dia memberikan ikat kepala yang harus disimpan di bawah tempat tidur. Pertemuan kakak adikpun tidak diketahui oleh Raden Banterang karena sedang pergi berburu di hutan. Saat ditengah hutan Raden Banterang dikejutkan dengan kedatangan laki-laki berbaju compang-camping yang ternyata adalah kakak kandung putri Surati yaitu Rupaksa, tetapi Raden Banterang tidak mengetahui kalau dia adalah kakak kandung dari istrinya sendiri. Rupaksa berusaha menghasut Raden Banterang bahwa beliau akan dibunuh oleh istrinya sendiri, sebagai bukti Raden Banterang disuruh melihat benda yang disimpan di bawah tempat tidur mereka.

    Dengan tergesa-gesa Raden Banterang pulang menuju kerajaanya. Langsung ditemui sang istri dan menceritakan apa yang tadi didengar dari lelaki berbaju compang-camping. Putri Suratipun menjelaskan bahwa dirinya tidak mungkin membunuh suaminya sendiri apalagi beliau adalah penolong dirinya. Namun Raden tidak percaya dan kemudian dia mencari benda yang ada di bawah tempat tidur mereka, dan ternyata benar ada sebuah ikat kepala. Walaupun sang putri memohon dan menjelaskan kembali tetapi hati Raden Banterang telah tertutup. Dia khawatir kalau istrinya memang benar-benar ingin membunuhnya.

    Raden Banterang membawa istrinya ke sebuah sungai dan berniat untuk membunuh istrinya, Putri Suratipun berusaha membujuk Raden Banterang namun usahanya gagal. Dengan ketakutan Sang putri berkata bahwa dia akan melompat ke dalam sungai itu, kalau nanti air sungai ini menjadi bening dan harum berarti saya tidak bersalah, tetapi kalau tetap keruh dan berbau berarti saya memang bersalah. Raden menganggap ucapan istrinya bohong, diapun menghunus pedangnya. Bersamaan dengan itu melompatlah putri Surati ke tengah sungai dan menghilang.

    Sesaat kemudian keajaiban terjadi, air yang semula keruh dan berbau kemudian berubah menjadi bening dan berbau harum. Kemudian oleh masyarakat sekitar sungai itu dinamakan Banyuwangi. Dalam bahasa Jawa banyu artinya air dan wangi artinya harum. Dan nama Banyuwangi sekarang menjadi nama kota Banyuwangi.

  2. #2
    keren ni, tapi antar paragrafnya dikasi spasi (enter) mb biar tambah rapi
    Membuang sejarah itu bagaikan membuang hasil-hasil penelitian berharga yang telah diteliti dimasa lalu, dan mencoba meneliti dari awal tanpa refrensi masa lalu
    www.sejarawan.com

  3. #3
    ok siip..thanks yaa

  4. #4
    Kok beda ya sama blog2 lain ceritax

  5. #5
    semua daerah pasti ada legendanya ..... seperti banyuwangi ini

Similar Threads

  1. Tindakan-tindakan Heroik di Beragai Kota
    By Lilik Doank in forum Kolonialisasi
    Replies: 0
    Last Post: 05-22-2014, 03:39 PM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •