BPUPKI dan PPKI adalah dua organisasi yang di bentuk untuk memberikan kemudahan dalam mempersiapkan akses yang mudah dalam membentuk dasar negara. Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI di mulai dengan banyaknya janji yang di berikan oleh Jepang, kemudian rakyat Indoneisa mendesak untuk memberikan kemerdekaanya kapada Indonesia. Dengan adanya kondisi ini kemudian Jepang membuat BPUPKI atau badan penyelidik uasaha- usaja persiapakn kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya organisasi ini kemudian di lakukan banyak sidang atau rapat untuk membicarakan dasar negara. 29 mei- 1 juni 1945 adalah sidang pertama yang kemudian melahirkan dasar negara yang di sarankan oleh Muhammad Yamin.

Dengan banyaknya saran yang di berikan oleh Soekarno, kemudian pada 1 juni 1945 anggota dari BPUPKI kemudian membentuk panitia kecil untuk membuat beragam usul yang di berikan dapat di terima. 20 juni 1945 panitia kecil tersebut beranggotakan:

1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K. H. Wachid Haslim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta

Kemudian dengan adanya pertemuan atau sidang kedua BPUPKI tangaah 10- 16 juli 1945 kemudian merumuskan akan rancangan humu dasar. Dengan kondisini kemudian pada 9 agustus 1945 di bentuklah lagi satu organisasi yaitu PPKI ataua panitia persiapan kemerdekaan Indonesia. Dengan di bentuknya PPKI kemudian tanggam 15 agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat.

Dengan kondisi ini tentunya sangat di manfaatkan oleh rakyat Indonesia. Sehingga pada 17 agustus 1945 di lakukan proklamasi kemerdekaan. Dengan Indonesia yang telah merdeka kemudian pada 18 agustus di adakan sidang PPKI dengan mengesahkan rancangan hukum dasar dengan pembukannya dan memiliki presiden dan wakilnya. Dengan Indonesia yang merdeka, kemudian terdapat pembukaan dengan proses yang panjang.

Dengan di bentuknya Pancasila dan UUD, kemudian rakyat yang ada di Indonesia Timur megusulkan untuk menggantik alinea ke empat di Pancasila yang berbunyi “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya” dengan kondisi ini kemudian rakyat yang ada di Indonesia Timur akan memilih untuk memisahkan diri jika alinea tersebut tidak di ganti. Kemudian dengan usul dari Muh. Hatta dengan anggota Islam lainnya mengganti alinea tersebut di sidang pleno PPKI. Dengan di lakukannya upaya pedekatan untuk membuat NKRI kemudian tokoh- tokoh Islam kemudian rela untuk mengganti alinea tersebut dengan menggantinya sebagai “ketuhanan yang maha esa”.

Dengan adanya perjuangan dan Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI ini membuat NKRI kini dapat bersatu dan menjadi negara yang besar. Untuk itulah, dengan perjuangan yang di lakukan para pahlawan sebaiknya generai muda untuk menjaga dan melestarikanya agar abadi.