Seperti yang telah kita ketahui bahwa ada tiga bentuk perlawanan rakyat Indonesia di dalam melawan pemerintahan militer Jepang di Indonesia yaitu perjuangan dengan cara kerja sama, perjuangan melalui gerakan bawah tanah, dan perlawanan bersenjata. Nah, apakah Anda sudah mengetahui ketiga bentuk perlawanan rakyat Indonesia untuk pihak Jepang tersebut di atas? Jika Anda belum mengetahui mengenai hal tersebut, di artikel ini penulis akan memberikan informasi yang Anda butukan tersebut.

Bentuk perlawanan rakyat Indonesia kepada pihak Jepang yang pertama yaitu perjuangan melalui kerja sama (kooperatif). Rakyat Indonesia yang melakukan kerja sama kooperatif ini dengan pihak Jepang ini adalah hanyalah suatu siasat atau taktik belaka rakyat Indonesia saja.Namun dengan lembaga menggunakan cara ini ternyata membuahkan hasil. Contohnya yaitu rakyat atau para pejuang Indonesia dapat duduk di lembaga- lembaga pemerintahan Jepang .

Dengan duduknya para pejuang di kursi pemerintahan Jepang tersebut, pada akhirnya para pejuang tersebut dapat memperjuangkan dan membela nasib rakyat . kemudian tidak hanya itu, para lpejuang tersebut dapat memanfaatkan organisasi dan lembaga- lembaga yang telah didirikan oleh pemerintahan Jepang untuk perjuangan kaum nasionalis. Contohnya yaitu para pejuang Indonesia tersebut telah memanfaatkan gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) untuk membela rakyat dari kekejaman Jepang , untuk menggembleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air , anti kolonialisme dan imperialism.

Kemudian bentuk perlawanan rakyat Indonesia kepada pihak jepang yang kedua yaitu perjuangan non kooperatif atau perjuangan bawah tanah. Adapun makasud dari perjuangan bawah tanah adalah perjuangan untuk melawan pemerintahan Jepang dengan cara rahasia atau bahkan bisa disebut illegal.

Adapun, contoh perjuangan bawah tanah yang dilakukan para pejuang Indonesia yaitu yang pertama Gerakan Persatuan Mahasiswa. Gerakan ini pada umumnya anggotanya berasal dari mahasiswa sekolah kedokteran . gerakan ini sangat menentang Jepang karea Jepang adaah negara fasis. Contoh yang kedua yaitu Gerakan kelompok Sutan Syahrir. Adapun tujuan diadakannya gerakan ini karena anggota gerakan ini sangat mendukung demokrasi parlementer model Eropa Barat dan gerakan ini pun sangat mnentang Jepang karena Japang merupakan negara fasis dan lain- lain.

Kemudian bentuk perlawanan rakyat Indonesia kepada pihak Jepang yang terakhir yaitu perlawanan menggunakan senjata. Adapun salah satu contoh dari perlawanan bersenjata ini yaitu Perlawanan rakyat di Pontianak. Perlawanan ini terjadi pada tahun 16 Oktober 1943 yang dipimpin oleh Utin Patimah. Yang melatar belakangi perlawanan rakyat Pontianak kepada pihak Jepang yaitu karena rakyat Pontianak telah menderita akibat perilaku Jepang yang kejam dan sewenang wenang tersebut. Perlawanan rakyat Pontianak ini dilakukan oleh suku dayak di pedalaman dan dibantu oleh kaum feudal yang telah bertempat tinggal di hutan hutan.