Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya akan hasil buminya termasuk rempah- rempah. Hal tersebut telah dibuktikan dengan banyaknya negara- negara barat (Eropa) yang ingin menuju ke Indonesia, demi untuk mencari rempah- rempah tersebut. Bahkan bangsa Eropa termasuk bangsa Portugis tersebut rela menjelajahi samudera yang belum pernah mereka kenal, Penjelajahan samudera tersebut diawalai dengan pelayaran menyusuri pantai barat Afrika kemudian kea rah selatan, lalu berbelok ke pantai timur afrika hingga akhirnya menuju wilayah utara. Di wilayah utara tersebut, bangsa Eropa khususnya bangsa Portugis tersebut singgah ke daerah Babel-mandep, bangsa Portugis telah melihat banyak pedagang- pedagang islam yang telah melakukan perdagangan dengan Indonesia.

Karena hal tersebutlah, bangsa Portugis mengetahui lokasi dimana Indonesia itu berada. Ke Indonesia, bangsa Portugis telah dipimpin oleh Alfonso Delbuquerque. Di Indonesia, Bangsa Portugis telah mendirikan kantor dagang di Goa. Dengan mendirikan kantor dagang di Goa tersebut, Portugis mengetahui wilayah yang lebih strategis lagi yaitu Malaka. Malaka adalah salah satu wilayah yang ada di Indonesia yang telah dijadikan sebagai pelabuhan transito yang ramai. Dengan melihat potensi Malaka yang sangat besar sekali, membuat bangsa Portugis ingin menguasai wilayah Malaka juga.

Adapun tujuan dari bangsa Portugis untuk menguasai Malaka yaitu untuk menguasai perdagangan melalui selat Malaka dan atau untuk berdagang dengan Malaka. Dengan menguasai perdagangan melalui Selat Malaka tersebut, Bangsa portugis bisa juga menguasai perdagangan yang dilakukan oleh Gujarat, Benggala, dan Golkonda yang telah menyalurkan perdagangan mereka melalui selat Malaka.

Karena motif bangsa Portugis tersebut, bangsa Portugis menyerang Malaka yang dipimpin oleh Albuquerque . Untuk menguasai wilayah Malaka, Bangsa Portugis lebih suka melakukan penyerangan atau kekerasan daripada melakukam atau membuat kesepakatan (perjanjian) dengan penguasa Malaka , Sultan Muhammad Syah.


Dengan serangan yang telah dilakukan oleh bangsa Portugis, membuat penguasa Malaka dan rakyat Malaka melakukan pertahanan dan perlawanan atas serangan yang telah dilakukan oleh Portugis tersebut. Dengan adanya pertempuran yang dahsyat antara kedua kubu tersebut maka berakibat pada banyaknya pertumpahan darah. Bahkan penguasa Malaka, Sultan Muhammad Syah harus menerima kekalahannya dengan konsekuensi harus meninggalkan Malaka. Bahkan senjata- senjata milik rakyat Malaka diambil yaitu seperti tombak, pedang, panah, perisai, bola- bola besi dan panah- panah beracun.

Adapun alasan kenapa penguasa Malaka, Sultan Muhammad Syah, dan rakyatnya tidak bisa memenangkan atau mengalahkan pasukan dari bangsa Portugis yaitu karena senjata senjata yang digunakan oleh masyarakat Malaka tersebut tidak mampu mengimbangi senjata- senjata dari pasukan Portugis. Kemudian, untuk jenis senjata yang digunakan oleh bangsa Portugis tersebut adalah Meruam.

Atas kekalahan yang diperoleh oleh Sultan Muhammad Syah dan rakyatnya, Sultan meninggalkan Malaka untuk mencari perlindungan. Adapun tempat Sultan Malaka berlindung yaitu di pulau Bintan. Dan akhirnya, Malaka dikuasai oleh bangsa Portugis.