Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 4 of 4
  1. #1

    Ketidakkompakan AD & AL Jepang Saat Perang Dunia

    Jelang akhir PD I, kebijakan Pertahanan Nasional Kekaisaran tahun 1907 yang menganggap bahwa Uni Soviet, Amerika Serikat dan Perancis adalah musuh utama, direvisi menjadi Uni Soviet, Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai musuh dan ancaman utama.

    Karenanya, Angkatan Laut Jepang (Kaigun) memperkuat perlengkapan perangnya untuk menghadapi armada2 kapal laut AS dengan melakukan operasi2 berbarengan dengan penyerangan terhadap Pulau Luzon di Filipina sebagai sasaran utama.

    Berdasarkan Perjanjian Washington 1922, disepakati pembatasan kekuatan dan jumlah armada kapal laut negara2 AS 5, Inggris 5 dan Jepang 3. Perjanjian ini sebenarnya memang ditujukan untuk membendung pengaruh Jepang di Pasifik dan mempersulit ekspansi Jepang ke daratan Asia.

    Pada tahun 1936, kebijakan Pertahanan Nasional Kekaisaran diubah lagi dengan menambahkan Inggris sebagai musuh utama.

    Pasukan Divisi I dan XI tentara Angkatan Darat Jepang (Rikugun) dipersiapkan untuk menyerang Pulau Luzon sekaligus menghadapi Uni Soviet.

    Meski rencana2 buat AS sudah dibuat, tapi kekuatan Rikugun masih difokuskan di daratan Asia, untuk menghadapi gerakan kemerdekaan Tiongkok yang meluas jadi perang terbuka. Karena terdesak, Rikugun mengalihkan perhatiannya ke Asia Tenggara. Akibatnya, perang dengan Inggris tidak bisa dielakkan.

    Pada tahun 1940 Rikugun memutuskan menduduki Hindia-Belanda untuk memecah kekuatan Inggris dari AS & menghindari perang terbuka dengan AS, meski akhirnya perang dengan AS tetapi tak bisa dielakkan sebagai akibat pelaksanaan Kebijaksanaan ke Selatan (Nanpo Seisaku).

    Jelang Perang Pasifik, Rikugun baru menyadari bahwa Inggris tidak bisa dipisahkan dari AS dan kurang memperhitungkan kekuatan AS karena sebagian ahli intelijen Jepang masih ditempatkan di Eropa Timur, untuk memata2i kekuatan Uni Soviet. Kecerobohan ini dikarenakan Rikugun kurang memiliki ahli2 tentang AS, berbeda dengan Kaigun.

    Dalam perang2 berikutnya, Rikugun menolak memberikan bantuan kepada kaigun karena Pati2 Rikugun berpendapat Kaigun yang bertanggung jawab untuk menghadapi AS.

    Konsep Rikugun untuk menduduki dan mengekspolitasi kawasan Asia Tenggara terlaksana dan membiarkan Kaigun melakukan perang sendirian melawan AS. Rikugun bahkan menarik pasukannya, dari wilayah yang telah diduduki, ke Manchuria untuk menghadapi Uni Soviet.

    Hal ini tampaknya sebagai balasan Pati2 Rikugun yang kurang mendapat dukungan dari Pati2 Kaigun dan sipilnya saat dicetuskan konsep Kemakmuran Asia Timur Raya.

    Catatan pemosting: Apakah ini salah satu petunjuk yang dapat menjelaskan mengapa Kaigun terkesan membantu proses Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, dibanding dengan Rikugun?


    Sumber: Pengantar dalam buku "Jepang & Pergerakan Kebangsaan Indonesia"

  2. #2
    sangat bagus sekali artikel ini untuk mengetahui sejarah yang belum saya pelajari

  3. #3
    tapi sekarang harus kompak dong untuk menjaga keutuhan negara ini

  4. #4
    Informative article, just what I wanted to find

Similar Threads

  1. Replies: 4
    Last Post: 02-22-2018, 10:52 AM

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •