Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2
  1. #1

    Tragedi Westerling

    RAYMOND WESTERLING

    Raymond Paul Pierre Westerling lahir pada 31 Agustus 1919, dari ibu warga negara Turki berdarah Yunani & ayah seorang Belanda. Dia sering disebut "Kaptein de Turk" karena lahir di Turki.

    Westerling menjadi sukarelawan pada Desember 1940 & bergabung dengan pasukan Australia. Ikut perang di Mesir & Palestina, kemudian masuk dinas militer pada 26 Agustus 1941 di Kanada & belajar bahasa Belanda.

    Westerling termasuk angkatan pertama orang Belanda yang ikut latihan khusus di Commando Basic Training Center di Achnacarry, Skotlandia, dengan latihan yang sangat keras & berat di daerah tandus, dingin dan tak berpenghuni, yang disebut instruktur militernya sebagai "Hell on earth".

    Di Skotlandia, Westerling mendapatkan baret hijau. Ia juga mendapatkan baret merah dari Special Air Service (SAS) & pernah tugas di dinas rahasia belanda di London, menjadi pengawal pribadi Lord Mountbatten & menjadi instuktur latihan bertempur tanpa senjata dan membunuh tanpa bersuara. Menurut pengakuannya, pertama kali merasakan perang sesungguhnya ketika bertugas di hutan Burma.

    Pada 25 Juni 1946 masuk dinas KNIL dengan pangkat (reserve) Tweede Liutenant atau Letnan II Cadangan & ditugaskan di Srilanka. Pertama kali ditugaskan di Indonesia saat diterjunkan di Medan & berhasil membebaskan tawanan perang sekutu dari Jepang. Dia hanya butuh waktu 5 tahun untuk jadi komandan DST (Depot Speciale Troepen) yang berkembang menjadi Regiment Speciale Troepen (RST) lalu menjadi Korps Special Troepen (KST). Anak buahnya mencapai 1,200 orang padahal pangkatnya baru Kapten.

    Westerling dianggap tidak mementingkan etika perang kecuali peperangan itu sendiri. Setelah keluar (dipecat?) dari KNIL, bekas anak buahnya dilibatkan dalam Operasi Kraai (Agresi Militer 2). Ada indikasi kuat eks salah satu anak buahnya Mayor Idjon Djanbi, komandan pertama RPKAD adalah didikan Westerling.

    Salah seorang pakar politik militer Indonesia, Salim Said, menceritakan pengalamannya saat mewawancarai Westerling pada Juni 1987 di Amsterdam, seperti ditulis dalam bukunya "Dari Gestapu ke Reformasi".

    Saat masih berbentuk RIS, negara bagian yang paling tidak disukai Belanda di Negara Indonesia Timur (NIT) adalah Sulawesi Selatan karena rajin mengirimkan pemuda untuk berjuang di Jawa, karenanya Jenderal Spoor marah kepada komandan tentara Belanda di Makassar, Kolonel De Vries lalu mengirimkan Raymond Westerling, berikut 900 anak buahnya.

    Westerling mengaku hanya membunuh 463 orang tanpa merinci apakah jumlah itu yang dibunuh dengan tangannya sendiri atau termasuk jumlah yang dibunuh anak buahnya. Tetapi dia membela diri dengan mengatakan "Tanyakan kepada Sarwo Edie, berapa banyak yang bisa dibunuh oleh pasukan khusus dalam waktu singkat?" ketika disebut jumlah rakyat Indonesia yang tewas dibantai 40 ribu orang. Alibinya ditugaskan pada 1946 adalah untuk membasmi perampok yang merajalela waktu itu atau mereka (tokoh pejuang) yang dianggap ekstremis & pengikut Soekarno.

    Dalam kemelut APRA, Sultan Hamid dari Pontianak terlibat dan dihukum 10 tahun penjara yang menyebabkan karir politiknya berakhir dan Kesultanan Pontianak memudar pamornya. Di kemudian hari terungkap juga bahwa Pangeran Bernard, suami dari ratu Belanda saat itu, Juliana, terlibat konspirasi kegiatan APRA.

    Buat sebagian orang di Belanda, tindakan Westerling di Indonesia itu dianggap aib yang memalukan seperti pengakuannya.

    Westerling pensiun (dipecat?) dari dinas ketentaraan pada tahun 1948 & meninggal dunia pada November 1987.

    Sumber:

    - "Tragedi Westerling - Sang Pembantai Rakyat Indonesia", Agus N. Cahyo
    - "Kesaksian Salim Said, Dari Gestapu ke Reformasi"

  2. #2
    WNA

    Join Date
    Feb 2018
    Location
    Jawa Timur
    Posts
    4
    sungguh kejam, apa yang dilakukan oleh westerling.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •