Silahkan login/daftar untuk bisa melakukan posting thread atau komentar di forum

Selamat Datang di Sejarawan.com

Indonesian forums and Libraries

Jadilah bagian dari kami, temukan dan diskusikan sejarah besar Bangsa Indonesia di sini

Member Login

Not a member yet? Sign Up!

Results 1 to 2 of 2
  1. #1

    Penerbangan Rahasia ke Dalat

    Tanggal 6 Agustus 1945 Amerika Serikat menjatuhkan bom atom yang menghancurkan Hiroshima.

    7 Agustus 1945 Tokyo menginstruksikan agar Mabes Militer Wilayah Selatan di Dalat agar mengumumkan pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai pengganti PPOPKI (Panitia Penjelidik Oeroesan-Oeroesan Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

    PPOPKI adalah bentukan pemerintahan tentara pendudukan sedangkan PPKI tidak melibatkan orang Jepang di dalamnya.

    9 Agustus 1945, Soekarno-Hatta, Dr. Radjiman Wediodiningrat & dr. Soeharto, berangkat ke Dalat dalam penerbangan yang sangat dirahasiakan, untuk memenuhi undangan Marsekal Pangeran Hisaichi Terauch, Panglima Tertinggi Jepang di Wilayah Selatan.

    Dalat adalah kota wisata di ketinggian 1.500 meter dpl, sekitar 350 km timur laut Saigon, dan sekarang menjadi ibukota Propinsi Lam Dong.

    12 Agustus 1945 rombongan menemui Marsekal Terauchi, yang saat itu sudah terserang stroke, di gedung bekas rumah peristirahatan Gubernur Jenderal Prancis yang sekarang telah menjadi museum, dengan ditemani oleh Letnan Kolonel Nomura dari Gunseikanbu Djakarta.

    Saat bersalaman dengan Soekarno, Marsekal mengucapkan selamat & bilang:

    "Pemerintah Jepang di Tokyo telah memutuskan akan memberikan kemerdekaan kepada rakyat Indonesia"

    Hatta mencatat peristiwa itu dengan gembira karena bertepatan dengan hari ultahnya.

    Marsekal Terauchi melanjutkan:

    "Sekarang ini terserah kepada Tuan2 karena pemerintah Dai Nippon menyerahkan sepenuhnya proses kemerdekaan kepada rakyat Indonesia"

    Deklarasi perang oleh Rusia & penyerbuan ke Manchuria dalam masa itu dipandang Soekarno-Hatta sebagai momen yang tepat untuk mempercepat pelaksanaan kemerdekaan.

    13 Agustus 1945 pagi rombongan meninggalkan Saigon dengan sebuah pesawat fighter bomber tanpa disertai perwira Jepang.

    Mendadak pesawat menukik tajam & mendarat darurat di daerah Semenanjung Malaya karena dikejar oleh pesawat tempur Sekutu.

    Sungguh beruntung karena pada 18 Agustus 1945, Jenderal Chadra Bose, Panglima Indian National Army, pejuang kemerdekaan asal Calcutta, tewas setelah pesawatnya disergap oleh sekutu dan jatuh.

    Setelah itu rombongan berhasil mencapai Singapura dan pada 14 Agustus 1945 terbang kembali ke Jakarta.

    Semoga bermanfaat.

    Sumber: "Djakarta 1945, Awal Revolusi Kemerdekaan", Julius Pour

  2. #2
    Bisa dibayangkan jika hal itu terjadi pada zaman sekarang.
    Adakah yang rela melakukan semua kepentingan demi negara tanpa dibayar?
    Sekarang elit cuma berebut kekuasaan saja, payah

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •