Pasca kejadian ditangkapnya tokoh-tokoh PNI, (baca, sejarah partai Nasional Indonesia), kepemimpinan pada saat itu dipegang oleh Sartono SH. Namun karena intervensi dari pihak Belanda Sartono merasa khawatir dengan kelanjutran dan perkembangan PNI. Sartono khawatir PNI akan dianggap sebagai partai terlarang seperti yang dilakukan Belanda kepada PKI. Untuk itu kemudian PNI dibubarkan dan dibentuk partai baru dengan nama Partai Indonesia (Partindo) pada tahun 1931.Namun tidak semua anggota PNI setuju dengan pembubaran PNI mereka yang tidak setuju lantas mendirikan partai lain dengan nama PNI Pendidikan.


Pada tahun 1931 Ir. Soekarno dibebaskan dari penjara. Kemudian ia memutuskan untuk bergabung dengan Partindo. Bergabungnya Ir. Soekarno dengan Partindo membuat semangat juang anggota Partindo bertambah. Namun tidak begitu dengan pihak Belanda, mereka khawatir dengan bergabungnya Ir. Soekarno. Akhirnya Belanda kembali menangkap SOekarno dan dibuang ke Ende di Pulau Flores. Kemudian pada tahun 1937 Soekarno dipindahkan ke Bengkulu dan akhirnya pada tahun 1943 dibebaskan oleh Jepang yang pada saat itu mengambil alih kekuasaan.

Disamping itu anggota PNI yang tidak setuju dengan pembubaran PNI terus melanjutkan perjuangannya dengan mendirikan Partai Nasional indonesia Pendidikan. PNI Pendidikan dipimpin oleh Drs. Moh. Hatta dan Sutan Sjahriri. Partai yang berpusat di Bndung ini masih memgang tegun prinsip non kooperasi seperti yang dilakukan oleh perhimpunan Indonesia di Belanda, Partai Nasional Indonesia maupun Partindo. Paratai ini banyak mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat yang berada di daerah pedesaan.

Sekali lagi karena sikap non kooperatif yang masih teguh dipegang oleh PNI Pendidikan pemerintah kolonial Belanda menganggap PNI Pendidikan sebagai ancaman yang serius dan akhirnya pada tahun 1934 para pemimpin PNI pendidikan ditangkap dan dibuang ke Digul kemudian pada tahun 1936 dipindahkan ke Belanda dan pada tahun 1942 dipindahkan ke sukabumi hingga pemerintah Jepang datang dan mengambil alih pemerintahan.